Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ketegangan Meningkat, Militer AS Siap Jalankan Perintah Trump ke Iran

Ferdian Ananda Majni
30/1/2026 16:12
Ketegangan Meningkat, Militer AS Siap Jalankan Perintah Trump ke Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan jajaran menterinya.(Dok. AFP/Barria)

MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan kesiapan penuh militer AS menghadapi Iran, di tengah meningkatnya ketegangan dan kajian Presiden Donald Trump atas berbagai opsi, termasuk kemungkinan serangan jika negosiasi nuklir gagal.

"Mereka (Iran) tidak boleh memiliki kapabilitas nuklir. Kami sudah siap apa pun yang presiden inginkan ke Kementerian Perang," kata Hegseth, merujuk pada nama baru Departemen Pertahanan AS yang diubah Trump menjadi Kementerian Perang.

Presiden Donald Trump saat ini tengah meninjau berbagai opsi kebijakan terhadap Iran. 

Di tengah proses tersebut, armada kapal induk Amerika Serikat telah tiba di kawasan Timur Tengah, seiring meningkatnya spekulasi mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran.

Situasi ini menambah ketegangan di kawasan, meskipun belum ada keputusan final terkait penggunaan kekuatan militer.

Upaya Dialog Masih Terbuka

Di tengah eskalasi tersebut, Trump menyatakan masih membuka peluang untuk berbicara dengan pemerintah Iran sebelum mengambil langkah lebih jauh.

"Ya, saya memang berencana demikian," ujar Trump saat ditanya mengenai kemungkinan diskusi dengan Iran.

Trump juga menyinggung keberadaan kekuatan militer AS di kawasan.

"Kita punya banyak kapal yang sangat besar dan sangat kuat yang berlayar ke Iran saat ini dan akan sangat bagus jika kita tak perlu menggunakannya," ujarnya.

Namun demikian, Trump tidak memberikan rincian mengenai bentuk maupun waktu dialog yang dimaksud.

Belum Ada Keputusan Serangan

Sejumlah pejabat Amerika Serikat menyebutkan bahwa Trump masih mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk opsi militer, tetapi hingga kini belum mengambil keputusan untuk menyerang Iran.

Ketegangan antara AS dan Iran sendiri meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, menyusul demonstrasi besar-besaran yang terjadi di negara tersebut.

Ancaman Berubah ke Arah Nuklir

Sebelumnya, Trump berulang kali mengancam akan menyerang Iran apabila pemerintah setempat terus melakukan tindakan keras terhadap demonstrasi. Namun belakangan, fokus ancaman tersebut bergeser ke isu program nuklir Iran.

Trump menyatakan Amerika Serikat siap melakukan serangan jika negosiasi mengenai program nuklir Iran tidak membuahkan hasil.

"Semoga Iran segera Duduk di Meja Perundingan dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata, tanpa senjata nuklir, kesepakatan yang menguntungkan semua pihak," ujar Trump.

Dia menegaskan tekanan waktu terhadap Iran semakin besar.

"Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting! Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, buat kesepakatan!," imbuhnya.

Kekuatan Militer AS di Kawasan

Saat ini, sekitar 10 kapal perang Amerika Serikat dilaporkan telah berlayar di perairan Timur Tengah. 

Trump juga memperingatkan bahwa jika Iran menolak bernegosiasi, Amerika Serikat akan menjatuhkan tekanan yang jauh lebih berat, bahkan membuat kondisi Iran lebih buruk dibanding Venezuela. (CNN/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya