Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN mengeluarkan peringatan penerbangan atau Notice to Airmen (NOTAM) terkait latihan tembakan langsung di wilayah udara sekitar Selat Hormuz, menandai peningkatan kesiapsiagaan militer di tengah memanasnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan bertambahnya pengerahan militer AS di Timur Tengah.
Berdasarkan NOTAM tersebut, militer Iran akan menggelar latihan tembakan langsung pada 27 hingga 29 Januari di area dengan radius lima mil laut di sekitar Selat Hormuz yang memiliki nilai strategis tinggi. Dalam pemberitahuan itu disebutkan bahwa wilayah udara dari permukaan hingga ketinggian 25.000 kaki akan dibatasi dan dinyatakan berbahaya selama latihan berlangsung.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sekitar 21 juta barel minyak mentah melintasi selat ini setiap hari, atau setara hampir 37 persen dari total perdagangan minyak global melalui jalur laut, berdasarkan data energi dan pengiriman yang dikutip media Iran.
Peringatan wilayah udara yang dikeluarkan Iran bertepatan dengan pengumuman Komando Pusat Angkatan Udara Amerika Serikat (AFCENT) mengenai pelaksanaan latihan kesiapan militer selama beberapa hari di seluruh wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.
Latihan tersebut disebut bertujuan untuk menunjukkan kemampuan pengerahan cepat dan dukungan logistik di tengah kondisi yang oleh pejabat AS digambarkan sebagai meningkatnya ketidakstabilan regional.
Dalam waktu bersamaan, Amerika Serikat dilaporkan telah memperluas kehadiran militernya secara signifikan di kawasan Timur Tengah.
Kapal induk USS Abraham Lincoln, yang dikawal sejumlah kapal perusak rudal berpemandu dengan kemampuan peluncuran rudal jelajah Tomahawk, dilaporkan telah memasuki perairan kawasan tersebut, menurut laporan media Amerika Serikat dan Israel.
Pejabat AS juga mengonfirmasi pengerahan jet tempur F-15E ke pangkalan militer di Yordania, bersamaan dengan pemindahan sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD. Langkah ini dimaksudkan untuk melindungi pasukan AS dan instalasi sekutunya dari potensi serangan balasan.
Washington kembali menegaskan bahwa semua opsi tetap terbuka dalam menghadapi Teheran, seiring Amerika Serikat dan Israel secara terbuka terus membahas berbagai upaya untuk menekan atau bahkan mengubah sistem pemerintahan Iran.
Menanggapi situasi tersebut, para pejabat Iran menekankan kesiapan penuh militer mereka, meskipun tetap menyatakan bahwa jalur diplomasi masih menjadi pilihan utama.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani mengatakan pada Selasa bahwa negaranya berada dalam kondisi siap sepenuhnya untuk menghadapi potensi konflik.
"Ini bukan pertama kalinya kita menghadapi ancaman seperti itu. Kita sebelumnya telah mengalami perang multi-tahap," kata Mohajerani dalam konferensi pers di Teheran, merujuk pada pengalaman Iran menghadapi konflik regional dan tekanan internasional di masa lalu.
Dia mengakui meningkatnya ketegangan yang dipicu oleh pemberitaan media asing dan pergerakan militer di kawasan. Namun demikian, Mohajerani menegaskan bahwa pemerintah Iran tetap berupaya menyelesaikan tantangan internal maupun eksternal melalui dialog.
"Kami percaya krisis ini harus diselesaikan dengan berdialog dengan rakyat dan mengakui tuntutan sah mereka," sebutnya.
Dia menambahkan bahwa pemerintah telah mengambil pendekatan berbeda dalam merespons protes yang terjadi baru-baru ini, termasuk dengan melibatkan demonstran damai dan melakukan penyelidikan terhadap insiden kekerasan.
Mohajerani juga menyinggung pembatasan akses internet yang masih diberlakukan. Dia menjelaskan bahwa keputusan terkait ancaman keamanan berada di bawah kewenangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Menurutnya, meskipun Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendukung pelonggaran pembatasan tersebut, pertimbangan keamanan nasional saat ini tetap menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan. (CNN/H-3)
Organisasi itu menambahkan bahwa seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan sejauh ini tidak ada dampak lingkungan yang terdeteksi.
KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan peningkatan eskalasi militer besar-besaran dengan menyiapkan rudal berhulu ledak satu ton.
Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah tidak akan berhenti menyerang pangkalan AS dan Israel sampai musuh dikalahkan total. Simak update situasi terbaru di sini.
Pemerintah tengah menyiapkan langkah antisipatif dengan mencari alternatif sumber impor minyak mentah selain dari kawasan Timur Tengah.
Iran bersedia menghentikan perang jika tiga syarat utama dipenuhi oleh Amerika Serikat.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah tidak akan berhenti menyerang pangkalan AS dan Israel sampai musuh dikalahkan total. Simak update situasi terbaru di sini.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan Iran hanya mengincar kemenangan atas AS dan Israel. Ia menuntut ganti rugi serangan dan pencabutan sanksi ekonomi.
Iran berencana menyerang pusat data dan infrastruktur serat optik di negara Arab yang digunakan militer AS. Ketegangan Timur Tengah meningkat pascaserangan Israel.
Presiden Masoud Pezeshkian ungkap 3 syarat akhiri perang dengan AS dan Israel. Militer Iran ancam serang titik ekonomi di Teluk Persia jika pelabuhan diincar.
PEMERINTAH Iran memperingatkan akan menindak keras demonstrasi anti-pemerintah di tengah perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved