Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
AMBISI Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada 2026 dinilai sebagai sesuatu yang masih mungkin digapai. Keyakinan Purbaya didasarkan pada perbaikan iklim investasi serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang tengah dilakukan.
"Target pertumbuhan hingga 6% pada 2026 secara teori masih possible, tetapi dalam kondisi sekarang lebih tepat disebut ambisius," kata Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman saat dimintai tanggapan, Minggu (15/2).
Ia memaparkan, data terakhir menunjukkan ekonomi 2025 hanya tumbuh sekitar 5,11%. Sementara indikator permintaan domestik justru melemah.
Contohnya porsi pendapatan untuk konsumsi turun (APC ±72%), kelas menengah menyusut, dan transmisi ke sektor riil tertahan oleh mahalnya biaya modal (yield SBN relatif tinggi efek dari bunga kredit tidak cepat turun).
"Artinya, masalah utama Indonesia saat ini bukan lagi sekadar kurang stimulus, melainkan mesin pertumbuhan tidak cukup kuat secara struktural. Jadi tanpa perubahan kebijakan, baseline pertumbuhan realistisnya masih di kisaran 5,0-5,3%," kata Rizal.
Menurutnya, ada tiga PR besar untuk mengejar pertumbuhan 6% tahun ini. Pertama, memulihkan daya beli karena konsumsi rumah tangga sekitar 53% dari produk domestik bruto (PDB).
"Bukan hanya bansos jangka pendek tetapi stabilitas harga pangan dan kualitas pekerjaan," ujarnya.
Kedua, menghidupkan investasi swasta, terutama manufaktur. Hal itu bisa dilakukan lewat kepastian regulasi, pembiayaan lebih murah, dan proyek pemerintah yang crowd-in, bukan crowd-out.
PR ketiga adalah produktivitas tenaga kerja yakni mismatch tenaga kerja, deindustrialisasi dangkal, dan ekspor manufaktur stagnan. Hal itu membuat setiap tambahan belanja negara tidak otomatis menaikkan output.
"Intinya, pertumbuhan 6% baru realistis jika ekonomi bergeser dari 'growth by spending' menjadi growth by production dan investment. Tanpa itu, belanja besar hanya menaikkan PDB sementara, bukan kapasitas ekonomi," pungkasnya. (I-2)
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada 2026 memicu lonjakan harga minyak dunia di atas US$100. Simak analisis dampak ekonomi global dan efeknya bagi Indonesia.
Pelaku usaha wajib tata ulang strategi bisnis 2026. Business & Legal Outlook 2026 soroti peran koperasi dan navigasi risiko geopolitik global bagi pengusaha.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pastikan restrukturisasi utang Whoosh rampung. Keputusan final kini ada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Cek selengkapnya!
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui wacana pelebaran defisit APBN atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui perihal wacana pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN 28 Februari 2026 menunjukkan kinerja fiskal yang tetap kuat dan terjaga
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi masih mencukupi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved