Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Pelaku Usaha Dituntut Tata Ulang Strategi Bisnis 2026

Media Indonesia
15/2/2026 21:09
Pelaku Usaha Dituntut Tata Ulang Strategi Bisnis 2026
(MI/HO)

DI tengah tekanan ekonomi global, pergeseran geopolitik, dan percepatan transformasi teknologi yang tidak menentu, pelaku usaha terus dituntut untuk menata ulang strategi bisnis yang sudah diimplementasikan. 

"Di tengah perubahan global yang berlangsung begitu cepat, dunia usaha Indonesia perlu memiliki ruang untuk berhenti sejenak, membaca arah, dan menyusun langkah dengan lebih tenang dan terukur. Forum ini kami hadirkan bukan hanya sebagai diskusi, tetapi sebagai ruang refleksi dan pertukaran perspektif yang konstruktif," ujar Direktur Operasional ET-Asia, Deasy Widiantie, dalam keterangan resmi, Minggu (15/2).

"Maka dari itu, Business & Legal Outlook 2026 kami rancang sebagai ruang dialog yang sangat relevan dengan situasi saat ini," imbuhnya. Acara itu digelar ET-Asia bersama dengan Hipmi Jaya dan law firm LegalNext, Bilad Elkomindo Multimedia, serta Delapan Capital di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. 

Managing Partner Delapan Capital Eureka Bastian menyampaikan bahwa 2026 merupakan tahun yang langsung diwarnai oleh tekanan global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, ekonomi Amerika Serikat, volatilitas suku bunga dan komoditas, hingga isu MSCI yang mempengaruhi arus modal pada pasar modal Indonesia. "Dalam situasi seperti ini, pelaku usaha membutuhkan lebih dari sekadar optimisme. Dibutuhkan strategi yang terukur dan perspektif lintas sektor. Business and Legal Outlook 2026 kami hadirkan sebagai ruang dialog strategis untuk membantu pelaku usaha membaca risiko, menangkap peluang, dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri," ucapnya.

Dalam membahas strategi untuk mengatasi banyaknya perubahan tersebut, para pelaku bisnis tidak bisa hanya terpaku oleh satu strategi. "Kita harus bisa melakukan beberapa gaya untuk bisa bertahan di kondisi saat ini," ucap Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi Herbert Siagian.

"Di tahun 2026 dan seterusnya, akan muncul pemain lama, yaitu koperasi," lanjutnya. Koperasi akan mempunyai strategi baru yang akan berpotensi menjadi game changer di perekonomian Indonesia dengan dukungan penuh dari pemerintah saat ini."

Komisaris Jasamarga Related Business sekaligus Ketua Bidang XII Investasi dan Kerja Sama Antar Daerah BPD Hipmi Jaya, Samira Alatas, memaparkan membahas dinamika geopolitik dan prospek bisnis ke depan, termasuk bagaimana pelaku usaha menavigasi ketidakpastian, menyusun strategi yang adaptif, serta menangkap peluang di tengah perubahan global. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya