Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KORPS Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa sebanyak 560 personel militer Amerika Serikat mengalami luka-luka maupun tewas akibat serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah, menurut pernyataan yang dirilis pada Minggu (1/3).
“Pangkalan militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik, dan pangkalan-pangkalan lain juga digempur serangan tanpa henti, yang sejauh ini mengakibatkan 560 tentara Amerika tewas atau luka-luka,” kata pernyataan IRGC, dikutip kantor berita Fars.
Laporan resmi tersebut menambahkan bahwa empat serangan drone menarget pangkalan angkatan laut di Bahrain, menimbulkan kerusakan signifikan pada pusat komando dan dukungan operasional.
IRGC menegaskan bahwa Teheran menargetkan pangkalan angkatan laut AS Ali Al-Salem di Kuwait, mengganggu operasinya, serta tiga fasilitas lain di pangkalan angkatan laut Mohammed Al-Ahmad di negara yang sama.
Sebelumnya, pada Sabtu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di dalam wilayah Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil.
Televisi pemerintah Iran juga mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei, telah syahid.
Sebagai tanggapan, Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, menandai eskalasi terbaru di kawasan yang sudah tegang. (Ant/E-4)
KETEGANGAN antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik puncak setelah upaya diplomasi terakhir di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan.
PRESIDEN AS, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran diperkirakan akan berlangsung sekitar empat pekan, atau bahkan lebih singkat.
Serangan Militer AS-Israel ke Iran, DPR Dorong Pemerintah Aktifkan Skenario Fiskal Kontinjensi dan Stabilitas Moneter
ESKALASI konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat ke Iran memicu sentimen risk off di pasar keuangan global.
PT Pertamina (Persero) meningkatkan pengawasan operasional sebagai respons atas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved