Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

BI Pastikan Siap Jaga Rupiah di Tengah Konflik Iran vs AS-Israel

Andhika Prasetyo
02/3/2026 11:06
BI Pastikan Siap Jaga Rupiah di Tengah Konflik Iran vs AS-Israel
ilustrasi(Antara)

Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau dinamika pasar keuangan secara cermat dan merespons secara tepat guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bahwa bank sentral akan tetap hadir di pasar melalui langkah intervensi untuk memastikan pergerakan rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi.

Intervensi tersebut dilakukan melalui berbagai instrumen, antara lain transaksi non-deliverable forward (NDF) di pasar luar negeri, serta transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar domestik.

“BI juga akan terus mengoptimalkan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga,” ujar Erwin di Jakarta, Senin.

Pada pembukaan perdagangan Senin pagi (2/3), nilai tukar rupiah tercatat melemah 42 poin atau 0,25% menjadi Rp16.829 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.787 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan seiring dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Ia memperkirakan pergerakan rupiah berada di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS, sejalan dengan kecenderungan investor global menghindari aset berisiko dan mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman.

Ketegangan meningkat setelah pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia memastikan akan terus mengoptimalkan kebijakan moneter guna menjaga stabilitas pasar keuangan domestik. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya