Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Rupiah Melemah ke Rp16.828 per Dolar AS, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Cahya Mulyana
12/2/2026 16:34
Rupiah Melemah ke Rp16.828 per Dolar AS, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.(MI/Usman Iskandar)

NILAI tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak melemah 42 poin atau 0,25 persen menjadi Rp16.828 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.786 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan rupiah mencerminkan tekanan eksternal yang masih mendominasi pergerakan pasar keuangan domestik.

“Secara teknikal dan fundamental jangka pendek, rupiah bergerak dengan volatilitas yang tetap dipengaruhi dinamika indeks dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (12/2).

Mengutip Xinhua, CME FedWatch Tool melaporkan probabilitas Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Maret 2026 meningkat jadi 94 persen dari sekitar 80 persen.

Peningkatan probabilitas ini dipengaruhi laporan total lapangan kerja non pertanian (nonfarm payroll) yang meningkat 130 ribu, jauh melampaui perkiraan. Tingkat pengangguran juga sedikit menurun jadi 4,3 persen dari 4,4 persen.

Peningkatan lapangan kerja terkonsentrasi di sektor perawatan kesehatan, bantuan sosial dan konstruksi, sementara sektor pemerintah federal dan aktivitas keuangan mencatat penurunan.

“Penguatan dolar global, terutama jika ditopang data ekonomi Amerika Serikat yang solid, cenderung menahan ruang apresiasi rupiah. Sebaliknya, jika rilis data AS menunjukkan perlambatan dan memperkuat spekulasi pelonggaran moneter, tekanan terhadap rupiah dapat mereda,” ujar Taufan.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.826 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.781 per dolar AS. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya