Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Menkeu Purbaya Yakin Rupiah bakal Menguat: Tinggal Tunggu Waktu

Insi Nantika Jelita
20/1/2026 07:26
Menkeu Purbaya Yakin Rupiah bakal Menguat: Tinggal Tunggu Waktu
Ilustrasi(Antara)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa nilai tukar rupiah akan segera berbalik menguat, meskipun pada penutupan perdagangan Senin (19/1) sempat melemah. Tercatat, rupiah melemah hingga mendekati level Rp17.000, tepatnya di posisi Rp16.955 per dolar AS.

Saat ditemui di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin, Purbaya menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar sangat dipengaruhi oleh fundamental ekonomi masing-masing negara. Dalam konteks Indonesia, ia menilai kondisi ekonomi domestik masih berada dalam jalur yang solid dan resilien.

Salah satu indikatornya terlihat dari kinerja pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin sore mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) di level 9.133,87.

“IHSG mencetak all time high. Kalau indeks naik, berarti ada aliran dana asing yang masuk. Tidak mungkin indeks terdorong ke level setinggi itu tanpa partisipasi investor global. Artinya, suplai dolar ke depan akan bertambah, sehingga penguatan rupiah tinggal menunggu waktu,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan bahwa penguatan pasar saham umumnya berkorelasi dengan meningkatnya arus modal asing, yang pada akhirnya menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, Purbaya juga menepis anggapan bahwa pelemahan rupiah berkaitan dengan isu penunjukan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, spekulasi tersebut muncul dari kekhawatiran sebagian pihak terhadap potensi berkurangnya independensi bank sentral.

“Orang berspekulasi ketika Pak Thomas masuk ke BI, independensi bank sentral akan hilang. Saya kira itu tidak akan terjadi,” kata Purbaya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan pejabat dari Kementerian Keuangan tidak serta-merta mengganggu independensi BI sebagai otoritas moneter. Menurutnya, mekanisme dan tata kelola di bank sentral tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Dengan fundamental ekonomi yang dinilai kuat serta dukungan arus modal asing, Purbaya optimistis tekanan terhadap rupiah bersifat sementara dan akan berbalik seiring membaiknya suplai valuta asing di pasar. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya