Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data pasar uang pada Senin (23/2/2026), mata uang rupiah bergerak menguat sebesar 86 poin atau 0,51 persen ke posisi 16.802 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup di level 16.888 per dolar AS.
Penguatan ini dipicu oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan serta ketidakpastian kebijakan perdagangan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa sentimen utama yang mendorong penguatan rupiah adalah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal IV 2025. Pertumbuhan ekonomi AS tercatat menurun drastis secara tahunan (year on year/YoY).
"Rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal keempat tahun lalu menurun dari 4,4 persen menjadi 1,4 persen secara YoY, yang disebabkan oleh penutupan pemerintah AS selama 43 hari," ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.
Selain perlambatan pertumbuhan, indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) inti AS juga menjadi sorotan. Data menunjukkan kenaikan menjadi 3,0 persen dari sebelumnya 2,8 persen. Angka ini masih berada di atas target inflasi 2 persen yang ditetapkan oleh bank sentral AS, yang menambah kompleksitas arah kebijakan moneter ke depan.
Pasar global saat ini juga tengah mencermati manuver kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump. Muncul ancaman pengenaan tarif sebesar 10 persen pada impor global selama 150 hari. Langkah ini diambil berdasarkan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan AS, menyusul pembatalan rezim tarif sebelumnya oleh Mahkamah Agung (MA) AS.
Ibrahim menambahkan bahwa kekhawatiran pasar meningkat setelah ada potensi kenaikan tarif hingga 15 persen sebagai batas maksimum berdasarkan undang-undang tersebut.
Ketidakpastian mengenai durasi dan cakupan tarif, serta kemungkinan tantangan hukum dari kongres, meningkatkan volatilitas pasar. Hal ini memicu kekhawatiran akan ada tindakan balasan dari negara mitra dagang dan potensi gangguan serius pada rantai pasokan global.
Sejalan dengan penguatan di pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatatkan penguatan. Kurs referensi tersebut berada di level Rp16.818 per dolar AS pada hari ini, menguat dari posisi sebelumnya di Rp16.885 per dolar AS.
Kondisi ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap ketahanan ekonomi domestik di tengah tekanan eksternal yang melanda mata uang utama dunia. (Ant/I-2)
| Indikator Kurs | Nilai (Rp) |
|---|---|
| Spot Opening (Senin) | 16.802 |
| Spot Closing (Sebelumnya) | 16.888 |
| Kurs JISDOR BI | 16.818 |
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan Rp16.997 per dolar AS hari ini (17/3). Cek hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate dan dampak pernyataan dovish Gubernur BI.
Kurs rupiah ditutup melemah ke 16.997 per dolar AS pada Senin (16/3/2026). Simak analisis penyebab pelemahan terkait geopolitik dan inflasi AS di sini.
Nilai tukar rupiah melemah ke level 16.893 per dolar AS. Lonjakan harga minyak akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran jadi pemicu utama. Simak analisisnya.
Kurs rupiah hari ini (10/3/2026) menguat ke 16.863 per dolar AS. Cek analisis dampak pernyataan Donald Trump soal konflik Iran terhadap nilai tukar.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Ekonomi Indonesia waspada! Rupiah berisiko tembus 17.000 per dolar AS akibat konflik Iran-Israel dan harga minyak dunia yang melonjak. Simak analisis ekonom.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved