Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS ditutup stagnan pada perdagangan Selasa (17/3/2026). Meski sempat menguat di pembukaan pagi, mata uang rupiah gagal mempertahankan momentum menyusul pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang dinilai pasar masih cenderung dovish.
Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode Maret 2026 yang berlangsung selama dua hari, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75%. Keputusan ini diambil sebagai langkah preventif untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah.
Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menetapkan:
Kebijakan ini juga bertujuan menjaga sasaran inflasi nasional tahun 2026-2027 agar tetap berada dalam rentang target 2,5% ± 1%.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa rupiah kehilangan tenaga setelah pernyataan Gubernur BI dianggap kurang agresif (dovish) dalam menghadapi tekanan global.
"Rupiah gagal mempertahankan penguatan terhadap dolar AS setelah Gubernur BI dalam RDG masih terkesan dovish dengan mengatakan bahwa ruang pelonggaran kebijakan tetap terbuka," ujar Lukman di Jakarta, Selasa (17/3).
Padahal, pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, rupiah sempat menunjukkan performa positif dengan menguat 29 poin ke level 16.968 per dolar AS. Penguatan prematur tersebut didorong oleh sentimen penurunan harga minyak mentah dunia seiring harapan normalisasi jalur Selat Hormuz pascapernyataan Presiden AS Donald Trump.
| Indikator | Nilai/Status |
|---|---|
| Kurs Penutupan Jakarta | Rp16.997 per Dolar AS (Stagnan) |
| Kurs JISDOR Bank Indonesia | Rp16.982 per Dolar AS (Menguat) |
| Suku Bunga BI-Rate | 4,75% (Tetap) |
Meskipun Gubernur BI Perry Warjiyo tidak lagi secara eksplisit menyinggung peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat karena risiko global yang meningkat, pasar tetap mencermati setiap sinyal kebijakan moneter untuk mengantisipasi volatilitas nilai tukar di masa depan. (Ant/I-2)
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Kurs rupiah hari ini 17 Maret 2026 menguat ke Rp16.965 per dolar AS. Pasar menanti pengumuman BI Rate di tengah tensi geopolitik Timur Tengah.
Kurs rupiah ditutup melemah ke 16.997 per dolar AS pada Senin (16/3/2026). Simak analisis penyebab pelemahan terkait geopolitik dan inflasi AS di sini.
Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, sementara saat ini rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Kurs Rupiah terhadap Dolar AS hari ini 13 Maret 2026 diprediksi melemah di kisaran Rp16.850 - Rp16.950 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah.
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Kurs rupiah hari ini 17 Maret 2026 menguat ke Rp16.965 per dolar AS. Pasar menanti pengumuman BI Rate di tengah tensi geopolitik Timur Tengah.
Kurs rupiah ditutup melemah ke 16.997 per dolar AS pada Senin (16/3/2026). Simak analisis penyebab pelemahan terkait geopolitik dan inflasi AS di sini.
Kurs Rupiah terhadap Dolar AS hari ini 13 Maret 2026 diprediksi melemah di kisaran Rp16.850 - Rp16.950 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah.
Nilai tukar rupiah melemah ke level 16.893 per dolar AS. Lonjakan harga minyak akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran jadi pemicu utama. Simak analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved