Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini: Rupiah Bertahan di Level Rp16.900 per Dolar AS Jelang Libur Panjang

Basuki Eka Purnama
19/3/2026 06:22
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini: Rupiah Bertahan di Level Rp16.900 per Dolar AS Jelang Libur Panjang
Ilustrasi--Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (15/1/2026).(ANTARA/Muhammad Adimaja)

NILAI tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak fluktuatif namun cenderung stabil di kisaran Rp16.900-an pada perdagangan Kamis, 19 Maret 2026. Berdasarkan data pasar spot dan referensi perbankan, mata uang rupiah berupaya keluar dari tekanan psikologis Rp17.000 per dolar AS yang sempat membayangi di awal pekan.

Stabilitas rupiah hari ini didorong oleh keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Maret 2026.

Langkah ini dinilai konsisten untuk menjaga daya tarik aset domestik di tengah ketidakpastian geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi global.

Perbandingan Kurs Rupiah Hari Ini (19 Maret 2026)

Berikut adalah rincian nilai tukar rupiah terhadap beberapa mata uang asing utama berdasarkan referensi e-Rate per pagi hari ini:

Mata Uang Kurs Beli (Bank) Kurs Jual (Bank)
USD (Dolar AS) Rp16.915 Rp17.085
SGD (Dolar Singapura) Rp13.154 Rp13.326
EUR (Euro) Rp19.367 Rp19.571
JPY (Yen Jepang) Rp105,54 Rp107,10
SAR (Riyal Arab Saudi) Rp4.489 Rp4.576

Harga Emas Antam Ikut Menguat

Seiring dengan dinamika nilai tukar, harga emas batangan bersertifikat Antam di Logam Mulia tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp8.000 per gram pada hari ini. Harga dasar emas Antam untuk ukuran 1 gram kini dibanderol seharga Rp2.996.000, mendekati level psikologis baru Rp3 juta per gram.

Kenaikan harga emas ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap aset aman (safe haven) di tengah fluktuasi pasar valuta asing dan penantian rilis data ekonomi Amerika Serikat yang akan mempengaruhi arah kebijakan The Fed selanjutnya.

Analisis: Mengapa Rupiah Fluktuatif?

  • Sentimen Geopolitik: Konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah menyebabkan harga minyak mentah dunia tetap tinggi, yang secara tidak langsung memberi tekanan pada neraca perdagangan Indonesia.
  • Kebijakan Moneter BI: Keputusan menahan BI-Rate di 4,75% memberikan sinyal stabilitas kepada investor asing untuk tetap memarkirkan dananya di instrumen keuangan dalam negeri.
  • Persiapan Idul Fitri: Menjelang periode libur panjang Idul Fitri 2026, kebutuhan akan likuiditas rupiah di dalam negeri meningkat, yang memberikan sedikit dukungan pada nilai tukar.

Bank Indonesia diprediksi akan terus melakukan intervensi di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan pasar spot untuk memastikan volatilitas rupiah tetap terjaga di tengah dinamika pasar global yang masih penuh ketidakpastian.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik