Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Nilai Tukar Rupiah 13 Maret 2026: Tertekan di Level Rp16.900 per Dolar AS

Basuki Eka Purnama
13/3/2026 07:37
Nilai Tukar Rupiah 13 Maret 2026: Tertekan di Level Rp16.900 per Dolar AS
Ilustrasi--Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (15/1/2026).(ANTARA/Muhammad Adimaja)

NILAI tukar Mata Uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (13/3/2026) masih dibayangi tren pelemahan. Mata uang Garuda terpantau bergerak di kisaran Rp16.850 hingga Rp16.950 per dolar AS seiring dengan tingginya ketidakpastian ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah.

Sentimen Penggerak Pasar

Kondisi pasar keuangan hari ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Ancaman blokade di Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak mentah dunia hingga melampaui angka US$100 per barel. Hal ini memicu kekhawatiran inflasi global yang lebih tinggi dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain faktor eksternal, investor juga bersikap hati-hati menunggu rilis data inflasi PCE dari Amerika Serikat yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed di masa mendatang.

Daftar Kurs Rupiah Hari Ini

Referensi Kurs Nilai Tukar (IDR) Status
Bank Indonesia (Jisdor) Rp16.899 - Rp16.951 Melemah
Pasar Spot Rp16.893 Tertekan
Kurs Jual Bank (BCA) Rp16.925 Stabil
Info Logam Mulia: Bersamaan dengan pelemahan rupiah, harga emas Antam hari ini bertahan di level Rp3.042.000 per gram, menjadikannya pilihan utama investor untuk lindung nilai (hedging).

Kesimpulan

Rupiah diprediksi akan tetap fluktuatif dengan kecenderungan melemah tipis pada penutupan perdagangan sore nanti. Intervensi Bank Indonesia di pasar DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) diharapkan mampu menjaga agar nilai tukar tidak menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya