NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak menguat pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026. Mata uang Garuda mulai menunjukkan momentum pemulihan setelah sempat mengalami tekanan hebat yang membawanya hampir menyentuh level Rp17.000 per dolar AS pada pertengahan pekan ini.
Analisis: Mengapa Rupiah Menguat Hari Ini?
Penguatan rupiah di akhir pekan ini dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik yang mulai memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang untuk "bernapas lega". Berikut adalah beberapa pemicu utamanya:
- Sentimen Global Mereda: Presiden AS Donald Trump dilaporkan mulai melunakkan ancaman tarif dagang terhadap Uni Eropa. Langkah ini memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global yang sebelumnya sempat dilanda ketidakpastian.
- Efek Davos: Pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) ke-56 di Davos, Swiss, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, memberikan optimisme baru bagi investor terkait stabilitas ekonomi Indonesia di tengah gejolak geopolitik.
- Koreksi Indeks Dolar (DXY): Setelah sempat perkasa di awal Januari akibat data tenaga kerja AS yang solid, indeks dolar mulai mengalami koreksi teknis, memberikan peluang bagi rupiah untuk melakukan rebound.
Waspada Diskoneksi IHSG dan Rupiah
Meskipun rupiah menguat, para analis tetap mengingatkan adanya fenomena unik di pasar keuangan Indonesia saat ini. Di satu sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus meroket mendekati level 9.000, namun di sisi lain, fundamental rupiah masih rentan terhadap defisit fiskal domestik yang dilaporkan melebar hingga 2,92% dari PDB.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI menyarankan agar investor tetap waspada terhadap volatilitas tinggi. "Meskipun ada aliran modal masuk ke pasar saham, kekhawatiran terhadap posisi fiskal tetap menjadi beban bagi nilai tukar dalam jangka menengah," tulis laporan terbaru mereka.
Proyeksi Kurs Rupiah Selanjutnya
Untuk sisa perdagangan hari ini, rupiah diprediksi akan bergerak di rentang Rp16.840 hingga Rp16.920 per dolar AS. Pelaku pasar akan terus mencermati rilis data ekonomi domestik dan perkembangan kebijakan suku bunga The Fed yang diperkirakan masih akan tetap tinggi (higher for longer) hingga kuartal kedua tahun ini.
Bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan valuta asing untuk keperluan bisnis maupun perjalanan, disarankan untuk memantau kurs secara real-time mengingat fluktuasi yang masih cukup dinamis di pasar spot.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
