Nilai tukar rupiah hari ini, Kamis 22 Januari 2026, terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat. Mengacu pada data pasar spot, rupiah hari ini perkasa di level Rp16.900 per USD pada pukul 09.00 WIB, menguat 0,18% atau 30 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di posisi Rp16.930.
Apresiasi ini menjadi angin segar bagi pasar keuangan domestik setelah rupiah sempat mendekati level psikologis Rp17.000 awal pekan lalu. Penguatan rupiah pagi ini juga sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia yang bergerak bervariasi cenderung menguat terhadap the greenback.
Tabel Data Kurs Rupiah Hari Ini (22 Januari 2026)
| Mata Utama | Kurs e-Rate BCA (Beli) | Kurs e-Rate BCA (Jual) |
|---|---|---|
| USD (Dolar AS) | Rp16.875,00 | Rp16.935,00 |
| EUR (Euro) | Rp19.723,28 | Rp19.785,92 |
| SGD (Dolar Singapura) | Rp13.141,85 | Rp13.187,11 |
| JPY (Yen Jepang) | Rp106,64 | Rp107,00 |
*Data berdasarkan update e-Rate BCA pukul 08.02 WIB.
Mengapa Nilai Tukar Rupiah Menguat Hari Ini?
Ada dua faktor fundamental yang menjadi pendorong utama penguatan rupiah pada perdagangan hari ini:
1. BI Rate Tetap 4,75%: Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berakhir Rabu (21/1) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi tetap terkendali di tahun 2026.
2. Efek Davos dan Sentimen "Risk-On": Dari sisi eksternal, tensi global sedikit mereda setelah pidato Presiden AS Donald Trump di Davos. Trump menarik kembali ancaman tarif agresif terhadap beberapa mitra dagang utama, yang memicu kembalinya minat investor terhadap aset-aset berisiko di pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia.
Analisis dan Prediksi
Meskipun pagi ini menguat, para analis mengingatkan bahwa posisi rupiah masih berada dalam tren volatilitas tinggi. Indeks Dolar AS (DXY) terpantau masih stabil di kisaran 98,76, yang menandakan kekuatan dolar belum sepenuhnya luruh. Rupiah diprediksi akan bergerak di rentang Rp16.880 - Rp16.950 sepanjang hari ini.
Investor disarankan untuk tetap mencermati rilis data ekonomi AS dan dinamika politik domestik terkait kebijakan izin usaha industri yang dapat mempengaruhi aliran modal asing di pasar modal.
Disclaimer: Informasi kurs dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar. Redaksi Media Indonesia menyarankan pembaca untuk melakukan verifikasi ulang pada perbankan terkait sebelum melakukan transaksi valas.
(E-3)
