Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Nilai Tukar Rupiah 6 Februari 2026: Mata Uang Rupiah Melemah ke Rp16.870 per Dolar AS Description

Basuki Eka Purnama
06/2/2026 08:55
Nilai Tukar Rupiah 6 Februari 2026: Mata Uang Rupiah Melemah ke Rp16.870 per Dolar AS  Description
Ilustrasi--Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (15/1/2026).(ANTARA/Muhammad Adimaja)

NILAI tukar Mata Uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau masih berada dalam tren pelemahan pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah dominasi dolar AS di pasar global dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Kurs Rupiah Hari Ini: Mendekati Level Psikologis Baru

Mengutip data Bloomberg pukul 09.15 WIB, mata uang rupiah bergerak di level Rp16.870 per dolar AS. Angka ini menunjukkan depresiasi sebesar 45 poin atau sekitar 0,27% dibandingkan posisi penutupan kemarin. Para analis memprediksi rupiah akan bergerak di rentang Rp16.800 hingga Rp16.950 sepanjang hari ini.

Tabel Kurs Referensi (Estimasi Perbankan)

Mata Uang Jual Beli
USD (Dolar AS) 16.920 16.820
EUR (Euro) 18.450 18.310
SGD (Dolar Singapura) 12.650 12.520

*Data di atas merupakan estimasi spot market dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan perbankan.

Penyebab Utama Melemahnya Mata Uang Rupiah

Beberapa faktor fundamental menjadi pemicu utama fluktuasi mata uang rupiah di awal Februari 2026 ini:

  • Tekanan Yield Obligasi AS: Kenaikan yield US Treasury 10-tahun memaksa investor menarik dana dari pasar obligasi dalam negeri (SBN), yang secara langsung menekan posisi rupiah.
  • Sentimen Geopolitik: Ketegangan perdagangan global yang masih berlangsung di awal 2026 memicu investor untuk beralih ke aset safe haven seperti dolar AS dan emas.
  • Rilis Data Ekonomi: Meskipun PDB Indonesia tumbuh 5,1%, pasar lebih fokus pada prospek inflasi 2026-2027 yang diprediksi akan sedikit meningkat akibat kenaikan harga komoditas energi global.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) memproyeksikan bahwa Bank Indonesia akan tetap aktif di pasar untuk memastikan volatilitas tetap terkendali. "Langkah intervensi triple intervention di pasar spot, DNDF, dan pasar obligasi tetap menjadi senjata utama BI untuk menjaga mata uang rupiah agar tidak menembus batas psikologis Rp17.000," ujarnya.

Tips bagi Pelaku Usaha: Mengingat volatilitas yang masih tinggi, pelaku ekspor-impor disarankan untuk melakukan hedging (lindung nilai) guna meminimalkan risiko kerugian akibat perubahan nilai tukar yang mendadak.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan terus memantau perkembangan kurs melalui kanal resmi Bank Indonesia atau lembaga keuangan terpercaya untuk mendapatkan data real-time.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya