Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan pada perdagangan akhir pekan, Jumat (9/1). Mata uang Garuda dibuka melemah dan bergerak di kisaran Rp16.830 per dolar AS, melanjutkan tren depresiasi yang terjadi sejak pertengahan pekan. Sentimen pasar global yang berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls/NFP) menjadi pemicu utama penguatan indeks dolar AS.
Berikut adalah pantauan pergerakan nilai tukar rupiah berdasarkan data pasar spot dan referensi JISDOR:
| Indikator | Posisi / Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
| Pembukaan (Open) | Rp16.835 / USD | ▼ Melemah 0,22% |
| Pasar Spot (09:15 WIB) | Rp16.825 - Rp16.832 / USD | ▼ Melemah 34 poin |
| Penutupan Sebelumnya (Kamis) | Rp16.798 / USD | - |
| JISDOR BI (Kamis, 8/1) | Rp16.801 / USD | - |
| Indeks Dolar AS (DXY) | 98,96 | ▲ Menguat 0,02% |
Pelemahan rupiah pagi ini tidak lepas dari dominasi dolar AS yang kembali perkasa di pasar global. Indeks dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, terpantau naik ke level 98,96. Investor global cenderung mengambil posisi wait and see atau beralih ke aset safe haven dolar AS menjelang pengumuman data NFP periode Desember yang dijadwalkan rilis malam ini waktu Indonesia.
Analis pasar uang menilai data NFP ini krusial karena akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di awal tahun 2026. Jika data tenaga kerja AS menunjukkan angka yang solid, ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa meredup, yang berpotensi menekan mata uang emerging market seperti rupiah lebih dalam lagi.
Dari sisi internal, sentimen negatif juga membayangi pergerakan rupiah. Pelaku pasar mulai mencermati pelebaran defisit fiskal dalam APBN 2026 yang mendekati batas psikologis 3% terhadap PDB. Kekhawatiran mengenai kesinambungan fiskal ini turut membebani selera risiko investor terhadap aset berdenominasi rupiah, meskipun fundamental ekonomi makro Indonesia secara umum masih terjaga.
Rupiah tidak sendirian dalam pelemahan ini. Mayoritas mata uang Asia juga "kebakaran" melawan dolar AS pada perdagangan pagi ini:
Sebaliknya, beberapa mata uang seperti Baht Thailand dan Peso Filipina masih mencatatkan penguatan tipis, menunjukkan divergensi respons pasar regional.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah. Rentang pergerakan diperkirakan berada di kisaran Rp16.810 hingga Rp16.850 per dolar AS. Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi menjelang penutupan pasar sore nanti.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (AS)
Kurs rupiah hari ini Kamis 15 Januari 2026 menguat tipis terhadap dolar AS. Simak rincian data kurs BI, sentimen The Fed, dan dampak geopolitik global.
Kurs rupiah hari ini Senin, 12 Januari 2026 dibuka melemah ke Rp16.848 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan 8 hari beruntun di sini.
Rupiah ditutup melemah ke Rp16.798 per dolar AS pada Kamis (8/1). Penguatan ekonomi AS menekan mata uang Garuda. Simak rincian kurs JISDOR di sini.
Nilai tukar rupiah hari ini, Selasa (6/1/2026) dibuka menguat tipis di tengah rilis data manufaktur AS yang mengecewakan. Cek kurs dollar di BCA, Mandiri, dan BNI pagi ini.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (AS)
Rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS lebih tepat dibaca sebagai refleksi tekanan sentimen pasar global ketimbang cerminan pelemahan fundamental ekonomi domestik.
MENTERI Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menilai pelemahan rupiah masih dalam kisaran wajar yang dapat diterima oleh investor.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menanggapi optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa rupiah akan menguat dalam dua pekan ke depan.
Kurs rupiah hari ini Kamis 15 Januari 2026 menguat tipis terhadap dolar AS. Simak rincian data kurs BI, sentimen The Fed, dan dampak geopolitik global.
Purbaya menambahkan, dengan pengelolaan yang tepat, penguatan rupiah tidak sulit untuk diwujudkan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved