Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rupiah Akhir Pekan Tertekan, Tembus Rp16.830 Jelang Rilis Data Keramat AS

Basuki Eka Purnama
09/1/2026 10:00
Rupiah Akhir Pekan Tertekan, Tembus Rp16.830 Jelang Rilis Data Keramat AS
Ilustrasi--Karyawan memperlihatkan pecahan rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang asing (money changer) di ITC Kuningan, Jakarta.(MI/Usman Iskandar)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan pada perdagangan akhir pekan, Jumat (9/1). Mata uang Garuda dibuka melemah dan bergerak di kisaran Rp16.830 per dolar AS, melanjutkan tren depresiasi yang terjadi sejak pertengahan pekan. Sentimen pasar global yang berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls/NFP) menjadi pemicu utama penguatan indeks dolar AS.

Ringkasan Data Pasar Spot (Jumat, 9 Januari 2026)

Berikut adalah pantauan pergerakan nilai tukar rupiah berdasarkan data pasar spot dan referensi JISDOR:

Indikator Posisi / Nilai Perubahan
Pembukaan (Open) Rp16.835 / USD ▼ Melemah 0,22%
Pasar Spot (09:15 WIB) Rp16.825 - Rp16.832 / USD ▼ Melemah 34 poin
Penutupan Sebelumnya (Kamis) Rp16.798 / USD -
JISDOR BI (Kamis, 8/1) Rp16.801 / USD -
Indeks Dolar AS (DXY) 98,96 ▲ Menguat 0,02%

 

Analisis Pasar: Menanti Sinyal The Fed

 

Pelemahan rupiah pagi ini tidak lepas dari dominasi dolar AS yang kembali perkasa di pasar global. Indeks dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, terpantau naik ke level 98,96. Investor global cenderung mengambil posisi wait and see atau beralih ke aset safe haven dolar AS menjelang pengumuman data NFP periode Desember yang dijadwalkan rilis malam ini waktu Indonesia.

Analis pasar uang menilai data NFP ini krusial karena akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di awal tahun 2026. Jika data tenaga kerja AS menunjukkan angka yang solid, ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa meredup, yang berpotensi menekan mata uang emerging market seperti rupiah lebih dalam lagi.

Tekanan Domestik: Isu Defisit Fiskal

Dari sisi internal, sentimen negatif juga membayangi pergerakan rupiah. Pelaku pasar mulai mencermati pelebaran defisit fiskal dalam APBN 2026 yang mendekati batas psikologis 3% terhadap PDB. Kekhawatiran mengenai kesinambungan fiskal ini turut membebani selera risiko investor terhadap aset berdenominasi rupiah, meskipun fundamental ekonomi makro Indonesia secara umum masih terjaga.

Pergerakan Mata Uang Asia

Rupiah tidak sendirian dalam pelemahan ini. Mayoritas mata uang Asia juga "kebakaran" melawan dolar AS pada perdagangan pagi ini:

  • Yen Jepang: Melemah 0,22%
  • Won Korea: Melemah 0,15%
  • Dolar Taiwan: Melemah 0,18%
  • Ringgit Malaysia: Melemah tipis 0,06%

Sebaliknya, beberapa mata uang seperti Baht Thailand dan Peso Filipina masih mencatatkan penguatan tipis, menunjukkan divergensi respons pasar regional.

Prediksi Hari Ini

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah. Rentang pergerakan diperkirakan berada di kisaran Rp16.810 hingga Rp16.850 per dolar AS. Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi menjelang penutupan pasar sore nanti.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik