Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.851 per Dolar AS pada Kamis 15 Januari 2026

Basuki Eka Purnama
15/1/2026 09:43
Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.851 per Dolar AS pada Kamis 15 Januari 2026
Ilustrasi--Petugas teller menata uang pecahan dolar Amerika Serikat dan rupiah Indonesia di tempat penukaran mata uang Ayumas Gunung Agung, Jakarta, Senin (7/4/2025).(MI/Susanto)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, terpantau bergerak menguat. Berdasarkan data pasar spot, rupiah dibuka pada level Rp16.851 per dolar AS, menguat sekitar 14 poin atau 0,08% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp16.865 per dolar AS.

Data Kurs Rupiah Hari Ini

Indikator Nilai
Spot Opening (15 Jan) Rp16.851 per Dolar AS
JISDOR Bank Indonesia (Ref.) Rp16.871 per Dolar AS
Kurs Jual BI Rp16.959 per Dolar AS
Kurs Beli BI Rp16.790 per Dolar AS

Analisis: Mengapa Rupiah Menguat?

Penguatan rupiah hari ini didorong oleh kombinasi sentimen global dan intervensi terukur dari otoritas moneter. Berikut adalah faktor utama pemicunya:

  • Data Inflasi AS (CPI): Rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi memperkuat spekulasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya pada tahun 2026. Hal ini menekan indeks dolar AS (DXY) ke level 99,09.
  • Intervensi Bank Indonesia: Bank Indonesia (BI) terus melakukan operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui mekanisme Domestic Non-Delivery Forward (DNDF) dan intervensi di pasar spot guna meredam volatilitas.
  • Proyeksi Ekonomi Domestik: Bank Dunia dalam laporan terbaru Global Economic Prospects memproyeksikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid di level 5% pada 2026, yang memberikan kepercayaan bagi investor asing untuk masuk ke pasar obligasi dalam negeri.

Waspada Sentimen Geopolitik dan Tarif Trump

Meskipun menguat, para analis memperingatkan adanya risiko dari kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait rencana kenaikan tarif impor produk chip. Kebijakan ini diprediksi akan menambah ketidakpastian global dan bisa kembali memicu penguatan dolar sebagai aset safe haven.

Selain itu, ketegangan geopolitik di Iran yang memicu protes besar juga menjadi faktor penahan penguatan mata uang negara berkembang (emerging markets).

"Rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak fluktuatif dalam rentang Rp16.850 hingga Rp16.890 per dolar AS," ujar Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar uang.

Di pasar Asia, mayoritas mata uang juga bergerak menguat pagi ini. Dolar Taiwan memimpin penguatan sebesar 0,16%, diikuti oleh Yen Jepang dan Yuan China yang masing-masing terkerek 0,06% terhadap the greenback.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya