Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar mata uang rupiah pada penutupan pasar uang di Jakarta, Kamis (19/2/2026), bergerak melemah tipis. Rupiah ditutup turun 10 poin atau 0,06 persen ke posisi 16.894 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level 16.884 per dolar AS.
Pelemahan ini sejalan dengan pergerakan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang juga terkoreksi ke level Rp16.925 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp16.884 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai, pelemahan mata uang rupiah hari ini sangat dipengaruhi oleh rilis risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) periode Januari. Risalah tersebut mengungkap ada perdebatan di antara pejabat bank sentral AS mengenai arah kebijakan suku bunga.
“Risalah tersebut menyoroti perbedaan pendapat mengenai apakah kenaikan suku bunga lebih lanjut masih diperlukan. Meskipun para pembuat kebijakan sepakat risiko inflasi masih tinggi, mereka berbeda pandangan soal seberapa ketat kebijakan harus diterapkan,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.
Kondisi ini membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi mereka terhadap pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Saat ini, kontrak berjangka dana Fed menunjukkan kemungkinan penurunan bunga baru akan terjadi pada Juni 2026.
Investor kini dalam posisi wait and see menantikan data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada Jumat (20/2). Data ini merupakan indikator inflasi favorit The Fed yang akan menjadi rujukan utama arah kebijakan moneter ke depan.
Selain faktor ekonomi, tekanan terhadap mata uang rupiah juga dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam akan menggunakan kekuatan militer jika jalur diplomasi gagal menghentikan program nuklir Iran.
Lebih lanjut, Ibrahim menambahkan bahwa minimnya progres perdamaian dalam konflik Rusia-Ukraina semakin memperburuk risiko keamanan global. Harapan pasar akan pelonggaran sanksi terhadap ekspor energi Rusia yang kian memudar turut memberikan sentimen negatif bagi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dengan berbagai tekanan global tersebut, pergerakan mata uang rupiah diprediksi masih akan fluktuatif dalam beberapa hari ke depan menunggu kepastian data ekonomi dari Amerika Serikat. (Ant/I-2)
Kurs Rupiah terhadap Dolar AS hari ini 13 Maret 2026 diprediksi melemah di kisaran Rp16.850 - Rp16.950 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah.
Nilai tukar rupiah melemah ke level 16.893 per dolar AS. Lonjakan harga minyak akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran jadi pemicu utama. Simak analisisnya.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Ia memaparkan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak perang Israel-AS vs Iran tercatat sebesar 0,3%.
Rupiah ditutup melemah ke 16.886 per dolar AS hari ini (11/3). Simak analisis dampak geopolitik Timur Tengah dan kebijakan Bank Indonesia terhadap kurs.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved