Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pembangunan KEK Pejarakan Beri Peluang Baru Kesejahteraan Masyarakat

Rahmatul Fajri
08/12/2025 18:45
Pembangunan KEK Pejarakan Beri Peluang Baru Kesejahteraan Masyarakat
Ilustrasi(Dok Istimewa)

MASYARAKAT Bali melalui ormas, yayasan sosial, tokoh masyarakat, pemangku adat, serta aparat pemerintah menyetujui dan mendukung rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pejarakan di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Dukungan itu mengemuka pada sosialisasi pembangunan KEK Pejarakan yang digelar PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung Holding Company, di Buleleng, Bali, Minggu (7/12/2025).

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung RA Ambarawati Kenconowungu mengatakan pembangunan KEK berpegang teguh pada filosofi Tri Hita Karana sebagai dasar harmoni Parhyangan, Palemahan, dan Pawongan.

“Proyek ini akan membuka peluang kesejahteraan baru bagi masyarakat setempat melalui pertanian, perkebunan, sektor pendidikan, budaya, serta destinasi wisata berkelanjutan. Jangan sampai masyarakat Bali hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” tegasnya.

Ia memaparkan KEK Pejarakan dirancang menjadi kawasan terpadu dengan fasilitas strategis, termasuk bandara internasional dan pelabuhan kapal pesiar internasional, zona komersial dan fasilitas pendukung ekonomi masyarakat, serta pusat pendidikan dan kebudayaan.

Proyek KEK Pejarakan, jelas dia, merupakan proyek milik masyarakat Bali, yang diperkuat kepemilikan saham terbesar pada dua yayasan besar yaitu Yayasan Bali Dresta Dwipa Jaya yang mewakili kabupaten se-Bali, serta Yayasan Bhumi Bali Bagus, terdiri dari puri-puri se-Bali.

Ia melanjutkan dukungan publik juga semakin kuat dengan bergabungnya Yayasan Kesatria Keris Bali yang dipimpin Jro Bima Ismaya Jaya, dengan ribuan anggota di seluruh wilayah Bali.

Acara sosialisasi ikut dihadiri perwakilan Kementerian Komdigi, tokoh nasional, keluarga besar TNI, pejabat pemerintah, tokoh adat, Kepala Desa Pejarakan, Sumberkima, dan Pemuteran, dan ormas.

Selain itu, Duta Kemanusiaan dan Kebudayaan PBB/The Honorable United Nations Humanitarian and Cultural Ambassador Princess Long-long dan Prince Muhammad, bersama Heng Mok We, serta perwakilan investor dari Tiongkok dan Kerajaan Saudi Arabia.

Ambarawati berharap melalui sosialisasi ini, pembangunan KEK Pejarakan dapat menjadi warisan ekonomi masa depan, memberikan manfaat nyata bagi bangsa, daerah, dan generasi mendatang, serta menempatkan Bali Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

Kepala Desa Pejarakan I Made Astawa dan wakil tokoh masyarakat Bali Marsda TNI (Purn) I Nyoman Trisantosa turut mendukung pembangunan KEK Pejarakan. Warganya juga siap mendukung proyek KEK selama memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan ekonomi dan masa depan generasi Bali. “Sepanjang mampu meningkatkan taraf ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat, kami siap mendukung penuh proyek strategis ini,” ujarnya.

Sebelumnya, rencana pembangunan KEK Pejarakan didukung pemerintah melalui rekomendasi Kementerian Pertahanan No: B/3055/27/05/53/DJPOT tanggal 17 Juli 2025, dengan Kementerian Pertahanan sebagai leading sector, serta didukung beberapa kementerian terkait lainnya.

Bahkan, Kementerian Pertahanan dalam waktu dekat bersama Universitas Pertanahan (Unhan) akan melakukan survey lahan guna penetapan lokasi bandara internasional dan pelabuhan laut internasional. Proyek ini juga memperoleh dukungan dari Pemprov Bali, termasuk Gubernur Bali beserta seluruh jajarannya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya