Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Prabowo Temui Para Pedagang AS Jelang Penandatanganan Perjanjian Dagang

Andhika Prasetyo
19/2/2026 06:33
Prabowo Temui Para Pedagang AS Jelang Penandatanganan Perjanjian Dagang
Presiden Prabowo Subianto menghadiri bertemu sejumlah organisasi bisnis utama di Amerika Serikat.(Antara)

Presiden RI Prabowo Subianto memulai agenda resminya di Washington DC, Amerika Serikat, dengan bertemu sejumlah organisasi bisnis utama, yaitu Kamar Dagang Amerika Serikat, US-ASEAN Business Council, dan US-Indonesia Society. Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh beberapa menteri Kabinet Merah Putih serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Forum yang bertajuk Business Summit in Honor of HE Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia ini digelar menjelang seremoni penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik yang menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan Presiden ke Amerika Serikat.

Prabowo tiba di Gedung Kamar Dagang AS pada Rabu (19/2) sekitar pukul 16.49 waktu setempat. Ia didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Turut hadir pula sejumlah pelaku usaha dari Indonesia, seperti Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, serta Chairman Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson.

Sebelum pertemuan berlangsung, Anindya menjelaskan bahwa forum tersebut membuka peluang bagi komunitas bisnis kedua negara untuk memanfaatkan perjanjian perdagangan yang akan ditandatangani.

"Nilai perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat saat ini mencapai sekitar US$45 miliar. Perjanjian timbal balik diharapkan dapat menciptakan keseimbangan perdagangan sekaligus membuka peluang bagi ekspor Indonesia, khususnya di sektor sepatu, tekstil, garmen, dan elektronik, serta bagi pelaku usaha AS di bidang kapas, gandum, dan kedelai," ujar Anindya..

Selain perdagangan, peluang investasi juga menjadi fokus pembahasan, mengingat investasi dinilai berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja dan pemanfaatan momentum ekonomi yang ada.

Anindya menambahkan bahwa organisasi bisnis AS yang ditemui Presiden merupakan mitra kerja sama Kadin Indonesia, dengan hubungan yang telah terjalin sebelumnya melalui berbagai kesepakatan.

Dalam agenda selanjutnya, Presiden Prabowo dijadwalkan menandatangani dokumen perjanjian perdagangan timbal balik bersama Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan bilateral di Washington DC. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya