Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Mendag Tegaskan Neraca Dagang Indonesia tak Terpengaruh Tarif AS, Surplus Tetap Kuat

Media Indonesia
24/2/2026 21:24
Mendag Tegaskan Neraca Dagang Indonesia tak Terpengaruh Tarif AS, Surplus Tetap Kuat
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (27/1/2026).(Antara)

MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan Neraca Perdagangan Indonesia tidak akan menyempit akibat kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS).

Ia membantah kekhawatiran sejumlah kalangan yang menilai kebijakan tarif dari AS dapat menekan kinerja perdagangan Indonesia. Menurutnya, tarif untuk sejumlah produk Indonesia yang masuk ke pasar AS saat ini juga sudah berada di kisaran mendekati nol persen.

"Enggak lah. Kan kalau yang dari AS, yang sekarang juga mendekati 0 persen kan sudah ada. Yang kedua, barang-barang yang kita impor kan, barang-barang yang memang kita butuhkan," ujar Budi di Jakarta, Selasa.

Surplus Perdagangan Indonesia dengan AS masih Terjaga

Budi menegaskan, hingga saat ini posisi perdagangan Indonesia dengan AS masih mencatatkan surplus yang solid.

Ia menjelaskan, kesepakatan tarif tersebut justru memberikan keuntungan bagi Indonesia berupa fasilitas bea masuk 0 persen untuk berbagai komoditas unggulan. Hal ini dinilai akan semakin memperkuat daya saing produk nasional di pasar internasional.

"Surplus nomor satu kita itu ke Amerika, nomor dua ke India. Jadi enggak ada masalah. Yang kedua, kan dari perjanjian itu, kita banyak mendapatkan yang 0 persen. Seharusnya ya, justru malah meningkat. Memang harapan kita ingin meningkatkan ekspor," katanya.

Daftar Komoditas Indonesia Bertarif 0 Persen ke AS

Sejumlah produk ekspor Indonesia yang memperoleh tarif 0 persen ke pasar AS antara lain:

  • Minyak sawit

  • Kopi

  • Kakao

  • Rempah-rempah

  • Karet

  • Komponen elektronik termasuk semikonduktor

  • Komponen pesawat terbang

Selain itu, Indonesia dan AS juga menyepakati penerapan tarif 0 persen untuk produk tekstil dan garmen (apparel) melalui skema Tariff Rate Quota (TRQ).

Melalui skema tersebut, volume tertentu ekspor tekstil dan garmen Indonesia dapat masuk ke pasar AS tanpa dikenakan Bea Masuk.

Namun demikian, jumlah kuota akan disesuaikan dengan besaran bahan baku tekstil yang diimpor Indonesia dari AS, seperti kapas (cotton) dan serat buatan (man-made fiber).

Data Neraca Dagang Indonesia-AS 2025

Dalam periode Januari-Desember 2025, Amerika Serikat mencatatkan surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar US$21,12 miliar.

Komoditas penyumbang surplus terbesar meliputi:

  • Mesin dan perlengkapan elektrik serta komponennya

  • Pakaian dan aksesoris rajutan

  • Alas kaki

Total nilai ekspor Indonesia ke AS mencapai US$30,96 miliar. Produk utama yang mendorong ekspor tersebut adalah mesin/peralatan mekanis dan sejenisnya, kendaraan dan bagiannya, serta besi dan baja.

Sementara itu, nilai impor Indonesia dari AS tercatat sebesar US$9,84 miliar. Komoditas impor utama meliputi mesin/peralatan mekanis dan bagiannya, biji dan buah mengandung minyak, serta mesin/perlengkapan elektrik dan komponennya.(Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya