Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan Neraca Perdagangan Indonesia tidak akan menyempit akibat kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS).
Ia membantah kekhawatiran sejumlah kalangan yang menilai kebijakan tarif dari AS dapat menekan kinerja perdagangan Indonesia. Menurutnya, tarif untuk sejumlah produk Indonesia yang masuk ke pasar AS saat ini juga sudah berada di kisaran mendekati nol persen.
"Enggak lah. Kan kalau yang dari AS, yang sekarang juga mendekati 0 persen kan sudah ada. Yang kedua, barang-barang yang kita impor kan, barang-barang yang memang kita butuhkan," ujar Budi di Jakarta, Selasa.
Budi menegaskan, hingga saat ini posisi perdagangan Indonesia dengan AS masih mencatatkan surplus yang solid.
Ia menjelaskan, kesepakatan tarif tersebut justru memberikan keuntungan bagi Indonesia berupa fasilitas bea masuk 0 persen untuk berbagai komoditas unggulan. Hal ini dinilai akan semakin memperkuat daya saing produk nasional di pasar internasional.
"Surplus nomor satu kita itu ke Amerika, nomor dua ke India. Jadi enggak ada masalah. Yang kedua, kan dari perjanjian itu, kita banyak mendapatkan yang 0 persen. Seharusnya ya, justru malah meningkat. Memang harapan kita ingin meningkatkan ekspor," katanya.
Sejumlah produk ekspor Indonesia yang memperoleh tarif 0 persen ke pasar AS antara lain:
Minyak sawit
Kopi
Kakao
Rempah-rempah
Karet
Komponen elektronik termasuk semikonduktor
Komponen pesawat terbang
Selain itu, Indonesia dan AS juga menyepakati penerapan tarif 0 persen untuk produk tekstil dan garmen (apparel) melalui skema Tariff Rate Quota (TRQ).
Melalui skema tersebut, volume tertentu ekspor tekstil dan garmen Indonesia dapat masuk ke pasar AS tanpa dikenakan Bea Masuk.
Namun demikian, jumlah kuota akan disesuaikan dengan besaran bahan baku tekstil yang diimpor Indonesia dari AS, seperti kapas (cotton) dan serat buatan (man-made fiber).
Dalam periode Januari-Desember 2025, Amerika Serikat mencatatkan surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar US$21,12 miliar.
Komoditas penyumbang surplus terbesar meliputi:
Mesin dan perlengkapan elektrik serta komponennya
Pakaian dan aksesoris rajutan
Alas kaki
Total nilai ekspor Indonesia ke AS mencapai US$30,96 miliar. Produk utama yang mendorong ekspor tersebut adalah mesin/peralatan mekanis dan sejenisnya, kendaraan dan bagiannya, serta besi dan baja.
Sementara itu, nilai impor Indonesia dari AS tercatat sebesar US$9,84 miliar. Komoditas impor utama meliputi mesin/peralatan mekanis dan bagiannya, biji dan buah mengandung minyak, serta mesin/perlengkapan elektrik dan komponennya.(Ant/E-4)
SALAH satu poin perjanjian perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) turut mengatur tentang perdagangan digital dan teknologi.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai titik temu yang dinilai saling menguntungkan.
Presiden RI Prabowo Subianto memulai agenda resminya di Washington DC, Amerika Serikat, dengan bertemu sejumlah organisasi bisnis utama asal Negeri Paman Sam.
perjanjian dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) dinilai sangat merugikan Indonesia.
Airlangga Hartarto mengungkapkan, sejumlah kesepakatan dagang antara Indonesia dan negara-negara mitra akan memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved