Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

BRIN Siapkan Dapur Riset Pangan

M Ilham Ramadhan Avisena
13/3/2026 22:56
BRIN Siapkan Dapur Riset Pangan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria(Dok. BRIN)

Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional. Upaya itu dilakukan melalui kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional,  Pertanian, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk menyinergikan riset, inovasi teknologi, hingga hilirisasi komoditas pertanian agar lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan dan ketahanan pangan.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria menyebut lembaganya diposisikan sebagai pusat penyedia riset yang mendukung berbagai program kementerian dan lembaga, terutama di sektor pangan.

"BRIN adalah dapur. Jadi sekali lagi, BRIN adalah dapur. Kami siap mensupport seluruh kementerian dan lembaga di Indonesia. Tema-tema riset yang diperlukan sudah kami kumpulkan dan sebagian akan mulai dijalankan pada tahun 2026," kata Arif, Kamis (12/3).

Menurut Arif, kebutuhan teknologi dan penelitian menjadi fondasi penting untuk memperkuat inovasi di sektor pertanian, termasuk dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Ia menilai penguatan sektor pangan tidak bisa dilakukan secara parsial karena membutuhkan keterlibatan banyak lembaga. Dalam pandangannya, pertanian memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa.

"Pertanian itu peradaban. Ketika pertanian menjadi peradaban, maka sektor ini benar-benar harus kita tempatkan sebagai sektor yang sangat strategis. Simbol peradaban itu juga akan dilihat dari bagaimana pertanian kita," ujarnya.

Selain kerja sama lintas kementerian, BRIN juga tengah menyusun peta jalan riset bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Peta jalan tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi perguruan tinggi agar penelitian yang dilakukan lebih terarah dan tidak saling tumpang tindih.

"Tanpa peta jalan bersama, kita khawatir riset-riset akan overlap dan tidak fokus pada penyelesaian masalah. Riset di BRIN adalah riset untuk solusi, riset untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang kita temukan di lapangan," jelas Arif.

Di sisi lain, lembaga riset pemerintah itu juga melakukan kajian foresight serta proyeksi teknologi masa depan untuk memastikan arah riset nasional sejalan dengan perkembangan global. Kajian tersebut mencakup pengembangan teknologi pangan baru, termasuk konsep future food dan future protein sebagai bagian dari persiapan sistem pangan yang lebih tangguh.

Arif menyebut lembaganya telah menghasilkan ratusan paten serta berbagai inovasi di sektor pangan yang berpotensi dimanfaatkan industri maupun masyarakat luas.

"Kami ingin mendorong BRIN goes to industry dan BRIN goes to stakeholders agar produk-produk yang sudah dihasilkan benar-benar bisa dimanfaatkan di lapangan dan membawa dampak bagi masyarakat," kata Arif. (Mir)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya