Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Cetak Periset Kelas Dunia, BRIN Perkuat Manajemen Talenta Lewat Pendekatan Karakter

Basuki Eka Purnama
28/3/2026 20:02
Cetak Periset Kelas Dunia, BRIN Perkuat Manajemen Talenta Lewat Pendekatan Karakter
Penandatangan MoU antara BRIN dan Universitas Ary Ginanjar (UAG University).(MI/HO)

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmennya untuk mencetak ilmuwan kelas dunia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi manajemen talenta bersama Universitas Ary Ginanjar (UAG University).

Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, menyatakan bahwa manajemen talenta adalah jalan paling tepat untuk meningkatkan kualitas modal manusia (human capital) di lingkungan BRIN. Hal ini disampaikannya saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Gedung BRIN Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (25/3).

Bukan Sekadar Riset Biasa

Prof. Arif menekankan bahwa target utama BRIN adalah menghasilkan periset yang karyanya mampu membawa perubahan nyata dan diakui secara global.

“Kami ingin mencetak periset kelas dunia yang impactful, yang karyanya membawa kemajuan nyata, bukan sekadar melakukan aktivitas riset biasa,” tegas Prof. Arif.

Menurutnya, untuk mencapai standar global tersebut, kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Dibutuhkan fondasi karakter yang kuat agar periset memiliki daya tahan dalam menghadapi tantangan riset yang kompleks.

“Riset unggul tidak semata bertumpu pada kecerdasan intelektual, melainkan juga membutuhkan fondasi karakter yang kuat. Pendekatan ESQ dinilai relevan dalam membentuk periset yang cerdas, berintegritas, dan memiliki daya tahan dalam menghadapi tantangan riset global,” tambahnya.

Filosofi Kebermanfaatan dan Sinergi Industri

Dalam upaya mencetak periset kelas dunia, BRIN mendorong semangat Khairunnas, menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. 

Prof. Arif berharap periset BRIN memiliki jiwa yang menyatu dengan penelitiannya sehingga inovasi yang dihasilkan dapat diserap oleh dunia industri untuk memperkuat daya saing bangsa.

“Riset harus berdampak. Semangat yang kita dorong kepada para periset BRIN adalah semangat Khairunnas, menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain melalui riset dan inovasi,” jelasnya.

Identifikasi Talenta Berbasis Data

Senada dengan visi tersebut, Pendiri UAG, Prof. (Hor) Ary Ginanjar Agustian, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan sistem manajemen talenta berbasis data untuk memastikan pengembangan SDM tidak salah arah. Saat ini, metode tersebut telah diuji coba kepada sekitar 1.100 periset BRIN.

"Kalau kita bisa menemukan orang yang tepat dan mengembangkannya, maka riset kita akan punya dampak besar. Ini yang ingin kita dorong bersama, agar Indonesia ke depan benar-benar menjadi negara berbasis riset," tutur Prof. (Hor) Ary Ginanjar.

Melalui manajemen talenta yang sistematis, BRIN optimistis dapat meminimalkan hambatan sumber daya dan mempercepat lahirnya ilmuwan-ilmuwan top yang membawa Indonesia semakin disegani di kancah internasional. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya