Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah era digital dan kebangkitan industri kreatif, Indonesia membutuhkan lebih dari sekedar talenta, tapi juga suara yang berani, otentik dan siap bersinar di panggung dunia.
Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) menjadi saksi lahirnya suara tersebut, Queennara, penyanyi, penulis lagu dan content creator dalam resital musik bertajuk The Crown. Konser ini bagian dari Dvisvara Annual Recital Series, platform eksklusif bagi mahasiswa UIC College dalam menampilkan pencapaian artisitik dan akademik mereka.
“Queennara adalah contoh nyata filosofi pendidikan kami, membentuk seniman yang mahir secara teknis dan juga kuat dalam menyuarakan identitas dan nilai personalnya,” ujar Niluh Komang Aimee Sukesna (Aimee), Kepala Kampus USG Education BSD, di GKJ, Jakarta, Rabu (2/7).
Dalam konser The Crown, Queennara membagikan kisahnya, perjalanan musikal yang diracik sendiri selama menempuh studi di UIC College of Music. Bertema Empowerment, Elegance, and Emotional Transformation, konser ini menjadi deklarasi jati diri.
“The Crown adalah simbol perjalanan saya sebagai perempuan, seniman, dan individu yang sedang belajar untuk berdiri tegak dengan cerita dan suara sendiri."
"Ini bukan semata soal status, tetapi tentang keberanian menjadi diri sendiri di dunia yang terus berubah. UIC College bukan hanya memoles saya meraih cita-cita di industri musik, tapi juga membantu mewujudkan impian mengembangkan pengetahuan hingga ke luar negeri,” ujar Queennara.
Konser ini menjadi puncak pencapaian Queennara selama belajar di UIC College BSD yang memperlihatkan dedikasi dan perkembangan artistiknya. Sebelumnya, ia memukau publik melalui Junior Recital di Zodiac Jakarta.
Kini dengan skala lebih besar, ia menggandeng musisi profesional dari band Asian Beat serta tampil di hadapan tamu istimewa seperti produser musik, penyanyi, presenter TV, figur publik dan pelaku industri kreatif.
Queennara, musisi muda dengan suara kuat, visi jujur, dan pesan berani, membawakan karya-karya musik pilihan yang mencerminkan perjalanan emosional dan kepekaan artistiknya.
Mulai dari soft rock ballads, cinematic pop, hingga alternative R&B, dikemas dalam aransemen live yang teatrikal dan menyentuh.
“The Crown bukan hanya konser. Ini cermin potensi besar generasi muda di industri kreatif dunia," ujar CEO USG Education Adhirama G Tusin.
Adhirama menjelaskan sebagai bagian dari USG Education, ekosistem pendidikan internasional di Indonesia, UIC College merupakan satu-satunya program pathway musik akademis berstandar internasional.Melalui kurikulum BTEC dari Inggris, siswa menempuh studi 1-2 tahun di Indonesia, sebelum ke universitas dunia untuk meraih gelar sarjana.
Ia menerangkan program Artist Development di UIC College of Music dirancang untuk mengasah keunggulan akademis dan keahlian praktikal, serta menumbuhkan ide-ide kreatif dan inovatif yang otentik.“Melalui kurikulum berbasis industri dan pengalaman belajar dunia nyata, UIC College membekali siswa lebih dari sekadar ijazah, kami membentuk karakter dan kesiapan bersaing secara global,” kata Adhirama.
Ia menjelaskan program UIC College berfokus pada real-world learning, mulai dari produksi musik, kolaborasi profesional, penciptaan karya orisinal, hingga manajemen diri sebagai artis independen. Semua ini diajarkan langsung oleh para praktisi dan mentor berpengalaman.
“Yang membuat recital ini spesial bukan hanya kualitas musiknya, tapi juga keberanian artistiknya. Queennara membuktikan musik bisa menjadi tempat membagi rasa, cerita, emosi, dan refleksi dengan cara menyentuh,” kata Koordinator Akademik UIC College Musik Irman F Saputra.
Aimee menambahkan dengan ribuan alumni di berbagai belahan dunia, USG Education terus membuka akses pendidikan internasional terjangkau, berkualitas, dan relevan untuk masa depan. Melalui program TBI, UJC, Uniprep, UIC College, dan Unistart, USG Education membangun ekosistem pembelajaran dari tingkat dasar hingga universitas luar negeri.
“Kami percaya pendidikan seni bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang karakter, refleksi diri, dan keberanian mengekspresikan suara personal. Queennara adalah bukti nyata bagaimana siswa kami berkembang menjadi seniman otentik dan relevan,” tutup Aimee. (H-2)
BEAST 2025 mempertemukan perusahaan kreatif lokal dengan perusahaan internasional guna membuka potensi kerja sama bisnis dan kolaborasi studio lintas negara.
Kemenekraf memperkuat jejaring industri kreatif Indonesia ke pasar global melalui JAFF Market 2025. Acara ini menghadirkan 10 IP unggulan serta membuka peluang investasi
Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menyoroti potensi besar generasi muda Tanah Datar yang tampil memukau dalam rangkaian acara tersebut.
Dengan mengusung tema 'Feel The Art, Hold The Expression, and Live The Creation, Foom dan Never Too Lavish juga memperkenalkan kolaborasi produk edisi khusus, Lavish Silver.
Pembahasan RUU Hak Cipta di Badan Legislasi (Baleg) DPR membuka kembali kebutuhan mendesak akan membuka regulasi yang lebih adil bagi pelaku industri kreatif.
Setelah sukses membuka rangkaian perjalanannya di Makassar, Soundrenaline 2025 kini siap mengguncang Kota Medan pada 22 November 2025.
PSSI resmi memutus kerja sama dengan Patrick Kluivert dan jajaran pelatih asal Belanda setelah kegagalan tim nasional melangkah ke Piala Dunia 2026.
Filosofi ini bukan sekadar filantropi, melainkan keyakinan bahwa keberagaman adalah sumber inovasi dan efisiensi.
LIGA Esports Nasional 2025 resmi dimulai. Ajang puncak kompetisi Esports Indonesia ini kembali hadir dengan format liga berjenjang yang terdiri dari Liga 3, Liga 2, dan Liga 1.
Putri Otonomi Indonesia (POI) 2025 adalah kompetisi yang menjadi wadah putri-putri daerah untuk unjuk talenta dan kepemimpinan di tingkat nasional.
PENGURUS Besar Esports Indonesia (PB ESI) kembali menggelar Liga Esports Nasional Mahasiswa (LENM) 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved