Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing. Melalui apresiasi yang terukur dan kompetitif, riset nasional didorong untuk terus meningkatkan kualitas ilmiah, relevansi kebijakan, serta kontribusinya bagi pembangunan berkelanjutan dan kemanusiaan. Dalam kerangka inilah upaya menjembatani riset Indonesia menuju standar global menjadi semakin krusial.
Sejalan dengan tujuan tersebut, Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) menobatkan tiga periset muda Indonesia sebagai penerima Young Researcher Award (YRA) 2025, setelah bersaing dengan 112 periset dari seluruh Indonesia. YRA merupakan ajang penghargaan bergengsi bagi peneliti berusia di bawah 40 tahun dengan tema Bridging to the Nobel Prize.
Ajang ini diikuti oleh periset dari beragam institusi riset, perguruan tinggi, dan industri, baik dari instansi pemerintah maupun swasta, termasuk periset yang berkarier di luar negeri. Penghargaan ini menjadi bagian dari komitmen PPI dalam memperkuat ekosistem riset nasional yang unggul dan berdaya saing internasional.
“Ini adalah penghargaan terbuka untuk periset dalam negeri dan diaspora. Terdapat 50 institusi asal peserta termasuk diaspora dari Hongkong, Denmark, Swedia, dan Malaysia,” kata Ketua Umum Perhimpunan Periset Indonesia, Syahrir Ika.
Tema Bridging to the Nobel Prize dipilih untuk menegaskan pentingnya menjembatani riset nasional dengan praktik riset terbaik di tingkat global, tanpa mengabaikan relevansinya terhadap kebutuhan nasional. Tema ini menekankan kebaruan ilmiah, kekuatan metodologi, relevansi terhadap tantangan global, serta kontribusi nyata riset bagi kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui YRA, PPI mendorong periset muda untuk berpikir visioner, lintas disiplin, dan berorientasi pada dampak jangka panjang.
Berdasarkan Keputusan Nomor KEP-13/PP/PPI/XI/2025, PPI menetapkan finalis dan pemenang Young Researcher Award 2025 dalam tiga kategori, yaitu peneliti, perekayasa, dan dosen.
Pemenang kategori peneliti diraih oleh Rezzy Eko Caraka, dari Pusat Riset Sains Data dan Informasi, Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kategori perekayasa diraih oleh Yanuar Sigit Pramana, dari Pusat Riset Teknologi Proses, Organisasi Riset Energi dan Manufaktur, BRIN.
Sementara kategori dosen diraih oleh Buntora Pasaribu, dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran.
Rezzy dikenal sebagai peneliti di bidang data science dan statistik yang aktif mengembangkan metodologi analitik, kecerdasan buatan, serta pemanfaatan big data untuk menjawab tantangan strategis nasional dan global, khususnya di sektor pangan, kesehatan, dan energi. Yanuar merupakan perekayasa yang berhasil memodifikasi pati menjadi produk bernilai tambah tinggi di bidang energi, pangan, dan farmasi. Adapun Buntora aktif melakukan riset hingga menemukan kode genetik tanaman air yang berperan sebagai penentu energi terbarukan.
Para pemenang dan finalis menerima sertifikat serta uang penghargaan yang diserahkan pada 16 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-4 Perhimpunan Periset Indonesia. Momentum ini sekaligus menjadi ajang refleksi dan penguatan peran PPI dalam mendorong kemajuan riset nasional.
Rangkaian YRA 2025 juga diisi dengan talkshow inspiratif yang menghadirkan para pemenang sebagai narasumber. Kegiatan ini bertujuan menyerap inspirasi dan menjadikan para pemenang sebagai teladan bagi periset muda Indonesia serta generasi muda secara luas.
Melalui Young Researcher Award 2025, Perhimpunan Periset Indonesia berharap dapat melahirkan generasi peneliti muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan visi global. Dengan semangat “Bridging to the Nobel Prize”, PPI optimistis bahwa riset Indonesia mampu berkontribusi lebih besar dalam percaturan ilmu pengetahuan dunia sekaligus memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.
Peneliti menemukan bahwa batu permata yang memiliki nilai jauh lebih rendah bisa memberikan petunjuk penting untuk mengetahui apakah ada kemungkinan berlian
Sang peneliti Dr. Widiastuti Setyaningsih dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian,Fakultas Teknologi Pertanian meraih Ristek Kalbe Science Award (RKSA) 2025.
Penelitian yang diterbitkan di Global Change Biology, meneliti hampir 30.000 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil. Studi ini mengkaji bagaimana peristiwa panas ekstrem
Seiring planet mendingin, para ilmuwan memperkirakan mantel akan berkembang menjadi lapisan-lapisan berbeda dengan komposisi kimia yang berbeda, seperti bagaimana jus beku
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
Baznas RI resmi meluncurkan Beasiswa Riset 2025 sebagai upaya mendukung inovasi anak bangsa dan memperkuat ekosistem riset nasional
PERAIH Nobel Fisika 2011, Profesor Brian Schmidt, mengungkapkan bahwa masa depan pertumbuhan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan membangun ekosistem sains dan teknologi.
Sepanjang 2024, BRIN mencatatkan 539 capaian Kekayaan Intelektual (KI) yang meliputi paten, hak cipta, merek, desain industri, dan Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved