Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan bahwa fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai “Pink Moon” dapat disaksikan masyarakat Indonesia pada Rabu malam.
Fenomena ini merupakan bagian dari siklus fase Bulan yang rutin terjadi setiap tahun, khususnya pada periode bulan April di kalender astronomi.
Peneliti astronomi dari BRIN menjelaskan bahwa istilah “Pink Moon” seringkali disalahartikan sebagai perubahan warna Bulan menjadi merah muda. Padahal, fenomena ini tidak berkaitan dengan warna Bulan secara fisik.
Nama Pink Moon berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga phlox berwarna merah muda saat musim semi.
Secara ilmiah, Pink Moon adalah fase bulan purnama yang terjadi ketika posisi Bulan berada berlawanan dengan Matahari, sehingga seluruh sisi yang menghadap Bumi terlihat terang sepenuhnya. Fase ini dikenal sebagai full moon dan dapat diamati tanpa bantuan alat khusus.
Berdasarkan data astronomi, puncak fenomena ini terjadi pada malam hari waktu Indonesia, sehingga masyarakat memiliki peluang besar untuk menyaksikannya.
Pengamatan akan lebih optimal jika dilakukan di lokasi yang minim polusi cahaya, seperti daerah terbuka atau pinggiran kota. Kondisi cuaca yang cerah juga menjadi faktor penting dalam menentukan visibilitas Bulan.
Fenomena bulan purnama seperti Pink Moon merupakan bagian dari siklus sinodik Bulan yang berlangsung sekitar 29,5 hari. Dalam satu tahun, setiap bulan purnama memiliki nama tersendiri yang berasal dari berbagai tradisi, seperti Harvest Moon dan Wolf Moon, yang mencerminkan kondisi alam atau musim tertentu.
BRIN juga mengimbau masyarakat untuk menjadikan fenomena ini sebagai sarana edukasi, terutama bagi pelajar. Pengamatan langsung terhadap langit malam dinilai mampu meningkatkan minat terhadap ilmu astronomi. Fenomena seperti ini mudah diamati dan bisa menjadi pintu masuk untuk memahami sains antariksa secara lebih luas.
Selain itu, bagi yang memiliki teleskop atau binokular, momen ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengamati detail permukaan Bulan, seperti kawah dan dataran tinggi. Namun, tanpa alat pun, keindahan bulan purnama tetap dapat dinikmati dengan jelas oleh mata telanjang.
Fenomena Pink Moon menjadi salah satu peristiwa langit yang menarik karena menggabungkan aspek ilmiah dan budaya. Meski tidak benar-benar berwarna merah muda, momen ini tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam.
Dengan waktu kemunculan yang bertepatan pada malam hari di Indonesia, Pink Moon tahun ini menjadi kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Masyarakat diharapkan dapat meluangkan waktu untuk menyaksikan fenomena ini sekaligus memahami makna ilmiah di baliknya.
Sumber: BRIN, NASA Moon Phases Data, Timeanddate.com
BRIN dan Bulog memperkuat kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pengamanan pangan guna mendukung ketahanan logistik pangan nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Target utama BRIN adalah menghasilkan periset yang karyanya mampu membawa perubahan nyata dan diakui secara global.
BRIN dan FAO perkuat kolaborasi global untuk transformasi sektor peternakan berkelanjutan melalui riset, inovasi, dan teknologi berbasis sains.
Kedepannya, fasilitas ini akan diperkuat dengan antena parabola berdiameter 20 meter yang mampu bekerja pada rentang frekuensi tinggi hingga 50 GHz.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved