Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM semi dikenal sebagai “musim galaksi”, namun bukan itu saja yang ditawarkan langit malam di bulan April. Berikut berbagai fenomena yang bisa Anda saksikan saat mengamati bintang bulan ini, lengkap dengan waktu dan cara terbaik untuk melihatnya.
Langit malam April menghadirkan banyak alasan menarik untuk menengadah ke atas, mulai dari penampakan galaksi yang mengesankan, parade planet, hingga salah satu hujan meteor awal tahun yang cukup baik.
Bulan ini juga menandai berakhirnya musim aurora (cahaya utara) di wilayah seperti Alaska. Meski begitu, aurora tidak sepenuhnya menghilang. Dalam kondisi tertentu, fenomena ini masih bisa terlihat lebih ke selatan, termasuk di wilayah Great Lakes.
Pink Moon (Bulan Purnama Merah Muda) — 1 April
April dibuka dengan bulan purnama terang yang dikenal sebagai “Pink Moon”. Namun, jangan terkecoh dengan namanya—bulan ini tidak benar-benar berwarna merah muda. Nama tersebut berasal dari bunga liar musim semi yang bermekaran di Amerika Utara bagian timur.
Bulan akan mencapai fase puncaknya pada pukul 10.12 malam waktu ET (Eastern Time). Saat terbit di ufuk timur saat matahari terbenam, bulan akan tampak sangat besar dan terang.
Merkurius pada Elongasi Terbesar — 3 April
Planet Merkurius biasanya sulit terlihat karena posisinya dekat dengan cahaya Matahari. Namun pada 3 April, planet ini mencapai elongasi barat terbesarnya, sehingga tampak lebih jauh dari Matahari dan lebih mudah diamati.
Carilah Merkurius di ufuk timur sebelum matahari terbit. Tak lama setelahnya, Mars juga akan mulai terlihat naik di cakrawala.
Perihelion Komet MAPS — 4 April
Komet baru bernama C/2026 A1 (MAPS) berpotensi muncul dan menjadi fenomena menarik. Namun, komet sulit diprediksi karena komposisinya tidak selalu diketahui.
Pada 4 April, komet ini mencapai titik terdekatnya dengan Matahari (perihelion). Sebagai komet “sun-grazing”, ia akan melintas sangat dekat sekitar 850.000 mil dari Matahari.
Perjalanan ini berisiko tinggi: komet bisa hancur atau justru menghasilkan tampilan spektakuler. Jika bertahan, komet ini kemungkinan lebih mudah dilihat di belahan Bumi selatan, sementara di utara hanya tampak singkat di dekat horizon.
Parade Planet Subuh — 16–23 April
Fenomena parade planet akan terlihat sekitar setengah jam sebelum matahari terbit pada pertengahan April.
Merkurius, Mars, dan Saturnus akan tampak berdekatan di ufuk timur. Formasinya akan berubah setiap hari, mulai dari bentuk piramida, garis diagonal, hingga kembali merapat.
Pemandangan terbaik diperkirakan terjadi pada 18–20 April, saat ketiga planet tampak paling dekat.
Waktu Terbaik Mengamati Bintang — 17 April
Inti galaksi Bima Sakti mulai terlihat lebih jelas menjelang subuh bulan ini.
Tanggal 17 April, saat bulan baru, menjadi waktu terbaik untuk mengamati langit karena tidak ada cahaya bulan yang mengganggu. Dalam kondisi ini, pusat galaksi yang dipenuhi jutaan bintang dapat terlihat lebih jelas.
Untuk hasil terbaik, pilih lokasi dengan polusi cahaya rendah seperti taman nasional atau kawasan langit gelap.
Konjungsi Bulan, Venus, dan Pleiades — 18–19 April
Setelah matahari terbenam pada 18 dan 19 April, bulan sabit, Venus, dan gugus bintang Pleiades akan tampak sejajar di langit barat.
Fenomena ini dapat disaksikan selama 2–3 jam setelah matahari terbenam. Di bagian langit yang lebih tinggi, Jupiter juga akan terlihat bersinar di atas rasi Orion.
Puncak Hujan Meteor Lyrid — 22–23 April
Hujan meteor Lyrid berlangsung dari 14 hingga 30 April, dengan puncaknya pada malam 21–22 April.
Pada kondisi terbaik, hujan meteor ini menghasilkan sekitar 10–15 meteor per jam. Karena bulan terbenam sebelum tengah malam, langit akan cukup gelap untuk pengamatan optimal.
Titik radian (asal meteor) berada di rasi Lyra, yang akan tinggi di langit menjelang subuh.
Galaksi Whirlpool (M51) — Sepanjang Bulan
Musim semi dikenal sebagai “musim galaksi”, waktu terbaik untuk mengamati galaksi lain di luar Bima Sakti.
Salah satu objek terbaik adalah Galaksi Whirlpool (M51), yang dapat dilihat sepanjang bulan April. Letaknya dekat dengan “pegangan” rasi Biduk (Big Dipper), sehingga cukup mudah ditemukan.
Dengan teropong, galaksi ini tampak seperti kabut cahaya. Namun dengan teleskop, struktur spiralnya terlihat jelas. Selain itu, Trio Galaksi Leo juga menarik untuk diamati di dekat rasi Leo.
Bulan April menawarkan banyak fenomena langit yang menarik, mulai dari bulan purnama, parade planet, hingga hujan meteor. Ini adalah waktu yang tepat bagi pecinta astronomi untuk menikmati keindahan langit malam bahkan tanpa peralatan canggih sekalipun. (H-2)
Pink Moon 2026 akan menghiasi langit awal April dan bisa disaksikan dari Indonesia. Simak jadwal puncak, waktu terbaik melihatnya, serta fakta menarik tentang fenomena bulan purnama ini.
Fenomena Pink Moon 2026 akan hiasi langit Indonesia pada awal April. Cek jadwal puncak, lokasi terbaik, dan fakta unik mengapa bulan tak berwarna pink.
Anda tidak memerlukan alat bantu seperti teleskop untuk melihat Pink Moon karena ukurannya yang besar dan cahayanya yang sangat terang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved