Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Kapan Fenomena Pink Moon 2026 Terjadi? Ini Jadwal, Cara Melihat, dan Fakta Uniknya

Muhammad Ghifari A
27/3/2026 23:48
Kapan Fenomena Pink Moon 2026 Terjadi? Ini Jadwal, Cara Melihat, dan Fakta Uniknya
Fnomena Pink Moon 2026.(Dok. Periskop id)

FENOMENA Pink Moon 2026 akan kembali menghiasi langit pada awal April dan menjadi salah satu fenomena astronomi yang paling dinantikan para pecinta langit malam. Fenomena bulan purnama ini dapat disaksikan dari Indonesia, dengan waktu terbaik pengamatan pada malam sebelum dan sesudah puncaknya.

Puncak fase purnama terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pukul 09.11 WIB, sehingga pengamatan lebih ideal dilakukan pada Rabu malam, 1 April 2026, atau malam setelahnya.

Jadwal Pink Moon 2026 di Indonesia

Berdasarkan data fase bulan, fenomena Pink Moon 2026 mencapai puncaknya pada 2 April 2026 pukul 09.11 WIB.

Karena berlangsung pada siang hari di Indonesia, masyarakat disarankan menyaksikan bulan pada malam sebelumnya atau malam setelah puncak, saat bulan tampak hampir penuh dan lebih mudah diamati di langit.

Mengapa Disebut Pink Moon?

Meski bernama Pink Moon, bulan purnama ini tidak benar-benar berwarna merah muda. Nama tersebut berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika yang mengaitkan bulan purnama April dengan mekarnya bunga liar Phlox subulata atau moss pink, salah satu penanda datangnya musim semi.

Penamaan bulan seperti ini menunjukkan bagaimana masyarakat pada masa lalu menggunakan fase bulan sebagai semacam kalender alami untuk membaca perubahan musim dan lingkungan.

Pink Moon 2026 Ditemani Bintang Spica

Fenomena Pink Moon 2026 juga menarik karena pada malam pengamatan bulan tampak berdekatan dengan Spica, bintang terang di rasi Virgo. Kedekatan visual ini menjadi daya tarik tambahan bagi pengamat langit dan pecinta fotografi malam.

Fenomena Ilusi Bulan saat Terbit

Saat muncul di dekat cakrawala, bulan sering terlihat lebih besar daripada biasanya. Fenomena ini dikenal sebagai ilusi bulan, yaitu efek visual ketika otak manusia membandingkan ukuran bulan dengan objek di sekitar horizon seperti gedung, pohon, atau pegunungan.

Secara fisik, ukuran bulan tidak berubah drastis pada saat itu. Yang berubah adalah cara otak menafsirkan pemandangan di sekitarnya.

Mitos Pink Moon dan Fakta Ilmiahnya

Sejak lama, bulan purnama kerap dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk perubahan perilaku manusia. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan hubungan langsung antara fase bulan dan kondisi psikologis manusia.

Meski begitu, bulan memang memiliki pengaruh nyata terhadap Bumi, terutama pada pasang surut air laut akibat gaya gravitasi. Selain itu, siklus fase bulan juga bisa dihitung dengan sangat presisi oleh astronom.

Pink Moon Bisa Diprediksi dengan Matematika

Fenomena Pink Moon bukan kejadian acak. Fase bulan dapat diprediksi melalui perhitungan astronomi karena siklus bulan berlangsung teratur. Satu siklus fase bulan atau periode sinodis berlangsung sekitar 29,5 hari, yaitu waktu yang dibutuhkan bulan untuk kembali ke fase yang sama, termasuk dari satu purnama ke purnama berikutnya.

Siklus ini telah digunakan selama ribuan tahun sebagai dasar berbagai sistem penanggalan, termasuk kalender Hijriah dan penanggalan tradisional di berbagai budaya.

Momen Menikmati Langit Malam

Fenomena Pink Moon 2026 menjadi pengingat bahwa langit malam tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan keteraturan ilmiah yang menakjubkan. Masyarakat dapat memanfaatkan momen ini untuk mengamati bulan bersama keluarga atau teman, sekaligus menambah wawasan tentang astronomi. (Unesa/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya