Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menargetkan Observatorium Nasional (Obnas) Timau yang terletak di Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk berfungsi secara penuh pada tahun 2026.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat riset antariksa tercanggih di tanah air yang mampu mendukung penelitian multi-panjang gelombang serta pemantauan lingkungan antariksa secara global.
Selain manfaat sains, keberadaan Obnas Timau juga diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat NTT melalui edukasi antariksa serta pemanfaatan data untuk prediksi cuaca dan iklim. Pemilihan lokasi ini pun didasari oleh kondisi geografis wilayah tersebut yang memiliki langit kering dan bersih, sehingga sangat ideal untuk pengamatan astronomi modern.
Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto, menekankan bahwa proyek ini merupakan mandat besar bagi institusi dalam memajukan sains.
“BRIN memiliki mandat untuk melakukan berbagai penelitian, termasuk di bidang sains dan antariksa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun Observatorium Nasional di Timau, Amfoang, Kupang, Nusa Tenggara Timur.” Saat ini, fokus utama pembangunan adalah mempersiapkan pengoperasian teleskop optik raksasa berdiameter 3,8 meter yang ditargetkan mulai berfungsi penuh pada tahun ini.
Selain teleskop optik, pengembangan teleskop radio juga menjadi agenda prioritas. Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Peberlin Sitompul, menjelaskan bahwa fasilitas ini tidak hanya untuk studi bintang dan galaksi, tetapi juga memiliki fungsi perlindungan bumi.
Observatorium Nasional Timau dibangun untuk mendukung pengembangan astronomi multi-panjang gelombang, serta pemantauan sampah antariksa menggunakan pengamatan pada panjang gelombang optik maupun radio.” papar Peberlin.
Berdasarkan pengujian awal, sistem radio yang dikembangkan bahkan telah berhasil mendeteksi aktivitas radio Matahari atau solar radio burst.
Untuk menjaga kualitas data riset, BRIN kini tengah menyiapkan regulasi khusus guna memastikan kawasan di sekitar Gunung Timau tetap steril dari gangguan teknis.\
Robertus Heru Triharjanto menjelaskan bahwa aspek lingkungan sangat krusial bagi keberhasilan observatorium ini, sehingga BRIN menyiapkan regulasi khusus untuk menjaga kawasan observatorium tetap bebas dari polusi cahaya dan gangguan radio agar mendukung penelitian astronomi, khususnya astronomi radio.
Kedepannya, fasilitas ini akan diperkuat dengan antena parabola berdiameter 20 meter yang mampu bekerja pada rentang frekuensi tinggi hingga 50 GHz.
Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN, Emanuel Sungging Mumpuni, menaruh harapan besar agar pembangunan ini menjadi katalisator bagi kolaborasi riset internasional. Ia menegaskan visi besar di balik proyek ini.
“Melalui pembangunan teleskop radio di Observatorium Nasional Timau, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penelitian astronomi sekaligus berkontribusi dalam pemantauan lingkungan antariksa di tingkat global.”
Sumber: BRIN
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Banyak proyek eksplorasi Bulan saat ini melibatkan berbagai negara.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan peluang bagi Indonesia untuk terlibat dalam kolaborasi misi observatorium astronomi di bulan.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi keberadaan udang pisang endemik Indonesia melalui pendekatan analisis DNA molekuler.
Hal itu karena serangan Iran ke sejumlah negara tetangganya merupakan respons atas operasi militer AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved