Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi keberadaan udang pisang endemik Indonesia melalui pendekatan analisis DNA molekuler. Penelitian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat pemahaman ilmiah mengenai keanekaragaman hayati perairan Indonesia, khususnya pada kelompok udang air tawar yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi.
Udang pisang dikenal sebagai salah satu jenis udang air tawar yang banyak ditemukan di sungai-sungai tropis Asia Tenggara. Namun selama ini identifikasi spesiesnya sering kali sulit dilakukan karena beberapa jenis memiliki bentuk morfologi yang sangat mirip. Kondisi tersebut membuat penentuan spesies berdasarkan ciri fisik saja kerap menimbulkan kekeliruan.
Melalui penelitian terbaru, tim peneliti BRIN menggunakan metode DNA barcoding untuk menganalisis materi genetik dari sejumlah sampel udang yang dikumpulkan dari berbagai wilayah perairan di Indonesia. Teknik ini memanfaatkan penanda genetik tertentu, seperti gen mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI), yang umum digunakan dalam identifikasi spesies hewan.
Hasil analisis menunjukkan adanya variasi genetik yang jelas antara populasi udang pisang di beberapa wilayah Indonesia. Temuan ini memperkuat indikasi bahwa sebagian populasi tersebut merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di habitat tertentu di Indonesia. Dengan pendekatan DNA molekuler, para peneliti dapat membedakan spesies yang sebelumnya dianggap sama berdasarkan penampilan luar.
Menurut peneliti BRIN, identifikasi berbasis DNA memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode morfologi tradisional. Pendekatan ini sangat penting terutama pada kelompok organisme yang memiliki kemiripan bentuk tubuh, seperti udang dari genus Macrobrachium yang banyak ditemukan di perairan tawar Asia.
Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati akuatik terbesar di dunia. Data dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa perairan Indonesia menjadi habitat bagi ratusan spesies udang air tawar, banyak di antaranya masih belum dipelajari secara menyeluruh. Oleh karena itu, pemetaan spesies melalui teknologi genetika dinilai sangat penting untuk mendukung konservasi dan pengelolaan sumber daya perairan.
Selain untuk kepentingan ilmiah, hasil penelitian ini juga memiliki potensi untuk mendukung sektor perikanan dan budidaya. Dengan mengetahui identitas spesies secara akurat, para peneliti dapat memahami karakter biologis masing-masing jenis udang, termasuk pola pertumbuhan, adaptasi lingkungan, serta potensi pengembangan dalam kegiatan budi daya.
BRIN menilai penelitian berbasis DNA molekuler akan terus menjadi alat penting dalam eksplorasi biodiversitas Indonesia. Melalui pendekatan ini, para ilmuwan berharap dapat mengungkap lebih banyak spesies endemik yang selama ini belum teridentifikasi secara ilmiah, sekaligus memperkuat upaya pelestarian ekosistem perairan nasional. (Apuan Iskandar/E-4)
Hal itu karena serangan Iran ke sejumlah negara tetangganya merupakan respons atas operasi militer AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
PENELITI dari BRIN kembali menambah daftar kekayaan biodiversitas Indonesia dengan mengidentifikasi dua spesies ngengat baru yang berasal dari Papua dan Sulawesi.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berupaya mempercepat hilirisasi riset melalui program BRIN Goes to Industry.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
BRIN menjelaskan lubang besar di Aceh Tengah bukan fenomena sinkhole, melainkan longsoran geologi akibat batuan tufa rapuh, hujan lebat, dan faktor gempa bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved