Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Peneliti BRIN Ungkap Udang Pisang Endemik Indonesia Berbasis DNA Molekuler

Media Indonesia
12/3/2026 13:26
Peneliti BRIN Ungkap Udang Pisang Endemik Indonesia Berbasis DNA Molekuler
Ilustrasi(Dok Freepik)

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi keberadaan udang pisang endemik Indonesia melalui pendekatan analisis DNA molekuler. Penelitian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat pemahaman ilmiah mengenai keanekaragaman hayati perairan Indonesia, khususnya pada kelompok udang air tawar yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi.

Udang pisang dikenal sebagai salah satu jenis udang air tawar yang banyak ditemukan di sungai-sungai tropis Asia Tenggara. Namun selama ini identifikasi spesiesnya sering kali sulit dilakukan karena beberapa jenis memiliki bentuk morfologi yang sangat mirip. Kondisi tersebut membuat penentuan spesies berdasarkan ciri fisik saja kerap menimbulkan kekeliruan.

Melalui penelitian terbaru, tim peneliti BRIN menggunakan metode DNA barcoding untuk menganalisis materi genetik dari sejumlah sampel udang yang dikumpulkan dari berbagai wilayah perairan di Indonesia. Teknik ini memanfaatkan penanda genetik tertentu, seperti gen mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI), yang umum digunakan dalam identifikasi spesies hewan.

Hasil analisis menunjukkan adanya variasi genetik yang jelas antara populasi udang pisang di beberapa wilayah Indonesia. Temuan ini memperkuat indikasi bahwa sebagian populasi tersebut merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di habitat tertentu di Indonesia. Dengan pendekatan DNA molekuler, para peneliti dapat membedakan spesies yang sebelumnya dianggap sama berdasarkan penampilan luar.

Menurut peneliti BRIN, identifikasi berbasis DNA memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode morfologi tradisional. Pendekatan ini sangat penting terutama pada kelompok organisme yang memiliki kemiripan bentuk tubuh, seperti udang dari genus Macrobrachium yang banyak ditemukan di perairan tawar Asia.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati akuatik terbesar di dunia. Data dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa perairan Indonesia menjadi habitat bagi ratusan spesies udang air tawar, banyak di antaranya masih belum dipelajari secara menyeluruh. Oleh karena itu, pemetaan spesies melalui teknologi genetika dinilai sangat penting untuk mendukung konservasi dan pengelolaan sumber daya perairan.

Selain untuk kepentingan ilmiah, hasil penelitian ini juga memiliki potensi untuk mendukung sektor perikanan dan budidaya. Dengan mengetahui identitas spesies secara akurat, para peneliti dapat memahami karakter biologis masing-masing jenis udang, termasuk pola pertumbuhan, adaptasi lingkungan, serta potensi pengembangan dalam kegiatan budi daya.

BRIN menilai penelitian berbasis DNA molekuler akan terus menjadi alat penting dalam eksplorasi biodiversitas Indonesia. Melalui pendekatan ini, para ilmuwan berharap dapat mengungkap lebih banyak spesies endemik yang selama ini belum teridentifikasi secara ilmiah, sekaligus memperkuat upaya pelestarian ekosistem perairan nasional. (Apuan Iskandar/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya