Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KONGRES Wanita Indonesia (KOWANI) secara resmi meluncurkan langkah strategis nasional bertajuk KOWANI Goes to UNESCO – Memory of the World, sebagai upaya mengangkat sejarah perjuangan perempuan Indonesia ke tingkat pengakuan dunia.
Inisiatif ini dilaksanakan secara terintegrasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai penguat landasan ilmiah dan kajian akademik, serta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai otoritas kearsipan nasional dalam proses penetapan Memori Kolektif Bangsa.
Program ini bertujuan untuk menetapkan arsip dan sejarah gerakan perempuan Indonesia sebagai Memori Kolektif Bangsa melalui ANRI, serta mengajukannya ke UNESCO Memory of the World, sehingga kontribusi perempuan Indonesia dalam perjalanan bangsa dan peradaban global dapat diakui secara resmi di tingkat internasional.
Melalui keterangan resmi hari ini,Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., menegaskan langkah ini merupakan gerakan strategis kebangsaan dan peradaban.
“Sejarah perjuangan perempuan Indonesia, yang dimulai dari Kongres Perempoean Indonesia tanggal 22 Desember 1928, merupakan bagian penting dari sejarah peradaban dunia yang harus diakui secara global. Ini bukan sekadar program, melainkan gerakan peradaban Indonesia untuk dunia,” tegas Nannie di Jakarta,Selasa (31/3).
Gerakan perempuan Indonesia memiliki keunggulan global yang khas, yaitu tumbuh dalam keberagaman agama, etnis, budaya, dan sosial, serta telah berperan aktif dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan pembangunan bangsa sejak sebelum kemerdekaan. Namun demikian, kontribusi tersebut belum sepenuhnya terdokumentasi secara sistematis, tervalidasi secara ilmiah, dan diakui dalam narasi sejarah global.
Melalui kolaborasi strategis dengan BRIN dan ANRI, KOWANI akan melakukan pengumpulan, kurasi, digitalisasi, serta penyusunan dossier berbasis data dan evidence sesuai standar internasional UNESCO. Pendekatan ini memastikan bahwa proses pengajuan tidak hanya kuat secara naratif juga kredibel secara ilmiah dan sah secara kearsipan.
Sejumlah tahapan strategis nasional yang ditetapkan antara lain pada 2026 upaya Penetapan Memori Kolektif Bangsa melalui ANRI.Pada 2027 ,Pengajuan resmi UNESCO Memory of the World dan pada
2028 , Target pengakuan dunia bertepatan dengan 100 Tahun KOWANI
Untuk itu,KOWANI mengajak seluruh organisasi perempuan Indonesia, pemerintah pusat dan daerah, akademisi, peneliti, generasi muda, media nasional, serta seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga, merawat, mendokumentasikan, dan mengangkat sejarah perempuan Indonesia sebagai warisan peradaban dunia.
“Perempuan bukan hanya bagian dari sejarah juga penentu arah peradaban. Melalui langkah ini, Indonesia hadir bukan hanya sebagai bangsa, tetapi sebagai kekuatan peradaban dunia,” pungkas Nannie.(H-2)
BRIN soroti minimnya data nasional autisme di Indonesia. Simak pentingnya intervensi berbasis lokal dan deteksi dini untuk masa depan anak spektrum autisme.
Fenomena ini merupakan bagian dari siklus fase Bulan yang rutin terjadi setiap tahun, khususnya pada periode bulan April di kalender astronomi.
BRIN dan Bulog memperkuat kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pengamanan pangan guna mendukung ketahanan logistik pangan nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Target utama BRIN adalah menghasilkan periset yang karyanya mampu membawa perubahan nyata dan diakui secara global.
BRIN dan FAO perkuat kolaborasi global untuk transformasi sektor peternakan berkelanjutan melalui riset, inovasi, dan teknologi berbasis sains.
Namun, transformasi ini harus dilakukan selektif dan berbasis kesiapan institusi agar tetap menjaga karakter utama pendidikan vokasi.
Serangan udara AS dan Israel di pusat Teheran menyebabkan kerusakan pada Istana Golestan, situs warisan dunia UNESCO.
DUNIA pendidikan tengah sakit. Gejalanya bukan hanya kesenjangan dan kualitas yang timpang, melainkan juga kegagalan mendasar: ia tidak lagi relevan dengan denyut nadi kehidupan.
Ketua Badan POM Taruna Ikrar mengatakan, jamu tidak pernah sekadar soal nostalgia. Ia memandang jamu sebagai warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif.
Selama setidaknya 120.000 tahun, reaksi antara lapisan mantel bumi dan air laut di wilayah ini telah menghasilkan semburan hidrogen, metana, dan gas terlarut lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved