Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Bersama BRIN dan ANRI , Kowani Ajukan ke Unesco untuk Pengakuan Dunia

Syarief Oebaidillah
01/4/2026 15:12
Bersama BRIN dan ANRI , Kowani Ajukan ke Unesco untuk Pengakuan Dunia
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KONGRES Wanita Indonesia (KOWANI) secara resmi meluncurkan langkah strategis nasional bertajuk KOWANI Goes to UNESCO – Memory of the World, sebagai upaya mengangkat sejarah perjuangan perempuan Indonesia ke tingkat pengakuan dunia.

Inisiatif ini dilaksanakan secara terintegrasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai penguat landasan ilmiah dan kajian akademik, serta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai otoritas kearsipan nasional dalam proses penetapan Memori Kolektif Bangsa.

Program ini bertujuan untuk menetapkan arsip dan sejarah gerakan perempuan Indonesia sebagai Memori Kolektif Bangsa melalui ANRI, serta mengajukannya ke UNESCO Memory of the World, sehingga kontribusi perempuan Indonesia dalam perjalanan bangsa dan peradaban global dapat diakui secara resmi di tingkat internasional.

Melalui keterangan resmi hari ini,Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., menegaskan  langkah ini merupakan gerakan strategis kebangsaan dan peradaban.

“Sejarah perjuangan perempuan Indonesia, yang dimulai dari Kongres Perempoean Indonesia tanggal 22 Desember 1928, merupakan bagian penting dari sejarah peradaban dunia yang harus diakui secara global. Ini bukan sekadar program, melainkan gerakan peradaban Indonesia untuk dunia,” tegas Nannie di Jakarta,Selasa (31/3).

Gerakan perempuan Indonesia memiliki keunggulan global yang khas, yaitu tumbuh dalam keberagaman agama, etnis, budaya, dan sosial, serta telah berperan aktif dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan pembangunan bangsa sejak sebelum kemerdekaan. Namun demikian, kontribusi tersebut belum sepenuhnya terdokumentasi secara sistematis, tervalidasi secara ilmiah, dan diakui dalam narasi sejarah global.

Melalui kolaborasi strategis dengan BRIN dan ANRI, KOWANI akan melakukan pengumpulan, kurasi, digitalisasi, serta penyusunan dossier berbasis data dan evidence sesuai standar internasional UNESCO. Pendekatan ini memastikan bahwa proses pengajuan tidak hanya kuat secara naratif juga kredibel secara ilmiah dan sah secara kearsipan.
Sejumlah tahapan strategis nasional yang ditetapkan antara lain pada 2026  upaya Penetapan Memori Kolektif Bangsa melalui ANRI.Pada 2027 ,Pengajuan resmi UNESCO Memory of the World dan pada
2028 , Target pengakuan dunia bertepatan dengan 100 Tahun KOWANI

Untuk itu,KOWANI mengajak seluruh organisasi perempuan Indonesia, pemerintah pusat dan daerah, akademisi, peneliti, generasi muda, media nasional, serta seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga, merawat, mendokumentasikan, dan mengangkat sejarah perempuan Indonesia sebagai warisan peradaban dunia.

“Perempuan bukan hanya bagian dari sejarah juga penentu arah peradaban. Melalui langkah ini, Indonesia hadir bukan hanya sebagai bangsa, tetapi sebagai kekuatan peradaban dunia,” pungkas Nannie.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya