Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Agama (Kemenag), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Management of Social Transformation Programme (Most UNESCO), dan Maxima berkolaborasi memperkuat literasi kebencanaan masyarakat di Sumatera Barat melalui perpustakaan masjid.
Upaya ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan pengetahuan masyarakat tentang bencana untuk mengurangi potensi korban saat bencana terjadi. Kasubdit Kepustakaan Islam Kemenag, Nur Rahmawati, menekankan peran strategis perpustakaan masjid dalam menyebarkan informasi dan edukasi terkait kebencanaan.
"Perpustakaan masjid bukan hanya tempat untuk ibadah dan membaca kitab suci, tetapi juga pusat informasi yang dapat memberi pengetahuan penting tentang mitigasi bencana," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Rabu (31/7).
Baca juga : BRIN Sebut 7 Cagar Biosfer Sedang Dievaluasi Berkala
Kerja sama antara Kemenag, BRIN, dan Most UNESCO mencakup penyediaan bahan bacaan dan modul edukasi kebencanaan yang relevan dan mudah dipahami masyarakat. Selain itu, akan digelar pelatihan dan simulasi bagi pustakawan masjid dan takmir dalam menyampaikan informasi yang akurat dan efektif tentang kebencanaan.
"Tahun depan, kita siapkan modul berdasarkan praktik lapangan dan pengetahuan lokal. Kita kombinasikan dan formulasi terkait literasi pengetahuan lokal," jelas Nur.
Nur juga menyebut, saat terjadi bencana, banyak masyarakat mencari perlindungan di masjid. Kondisi ini memperkuat alasan untuk memperkuat literasi kebencanaan berbasis masjid. ''Biasanya, saat terjadi bencana masyarakat berlindung di masjid. Ini sudah cukup menjadikan alasan kita untuk memperkuat literasi kebencanaan berbasis masjid. Sehingga ketika bencana terjadi, mereka sudah siap," tambahnya.
Baca juga : Peran Literasi Digital Dorong Peningkatan Human Capital kepada Pegawai PT PLN
Direktur Eksekutif Most UNESCO, Fakhriati mengatakan, literasi kebencanaan akan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengurangi risiko bencana dengan memanfaatkan pengetahuan lokal berdasarkan budaya.
“Melihat sejarah, masyarakat Nusantara, termasuk Sumatra Barat, sudah memiliki literasi kebencanaan yang cukup baik. Sumatra Barat memiliki pengetahuan lokal yang sangat kaya terkait kebencanaan," ujarnya.
Basis penting
Sementara itu, Ketua Tim Kemasjidan dan Kepustakaan Islam Kanwil Kemenag Sumatra Barat, Yusron Lubis menambahkan, masjid merupakan basis penting bagi masyarakat saat terjadi bencana. "Masjid kita selalu menjadi tempat pertolongan masyarakat. Para takmir adalah tokoh masyarakat. Basis masjid di Sumatra Barat akan dijadikan pusat penanganan bencana," jelasnya.
Yusron juga menyebut, Sumatra Barat telah memasukkan literasi kebencanaan dalam muatan lokal program pendidikan sekolah. Anak-anak dipersiapkan dengan materi yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
"Literasi masjid kita harus hidup. Masyarakat harus memiliki ilmu apa yang harus dilakukan baik sebelum, saat, dan pasca bencana," tandasnya. (S-1)
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Prima DMI ingin memastikan bahwa remaja masjid tidak hanya hadir di mimbar dakwah.
Kondisi Masjid Syuhada Tamiang sebelumnya cukup memprihatinkan karena tertutup material lumpur, noda, serta kerak sisa bencana yang mengeras.
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
Masjid ini dirancang menjadi pusat ekosistem terpadu yang menggabungkan aspek spiritual, kewirausahaan (ecopreneurship), dan pemberdayaan masyarakat.
Masjid perlu terus dimakmurkan dan dimanfaatkan sebagai sarana membangun masyarakat yang religius sekaligus mandiri.
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana menggelar edukasi Pemasaran dan Digital Branding bagi UMKM untuk siswa SMA Negeri 1 Jatiluhur.
Penulis KBM App manfaatkan teknologi AI sebagai asisten pribadi di Korea Selatan, mulai dari deteksi kandungan halal hingga terjemahan bahasa Hangeul secara real-time.
LITERASI digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dengan kecakapan memahami dan mengkritisi narasi yang beredar di ruang digital.
Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Rata-rata orang Amerika mengecek HP 140 kali sehari. Pakar kognitif sarankan teknik Deep Reading untuk lawan misinformasi dan stres akibat doomscrolling.
Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk membentuk pola pikir generasi muda ke arah yang positif jika digunakan dengan benar dan didukung oleh kesadaran kritis dan bimbingan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved