Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ERA digital telah mengubah fundamental profesi penulis. Tak lagi sekadar bergelut dengan imajinasi di depan layar, para penulis kini dituntut bersahabat dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Hal ini dibuktikan oleh delapan penulis papan atas dari KBM App saat melakukan perjalanan literasi ke Korea Selatan bersama penulis senior Asma Nadia.
Para penulis yang terdiri dari Bunga BTP, Dwi Indrawati, Majarani, Ka_Umay, Yazmin_Aisyah, FebriYthi, Julli_Nobasa, dan Lebah Ratih berbagi pengalaman bahwa AI telah bertransformasi dari sekadar alat bantu menyunting naskah menjadi ‘asisten pribadi’ yang krusial dalam perjalanan internasional.
Asma Nadia mengatakan di antara tantangan terbesar bagi pelancong muslim di Korea Selatan adalah navigasi kuliner di tengah kepungan huruf Hangeul. Di sinilah teknologi pemindaian berbasis AI berperan sebagai ‘detektif halal’ bagi para peserta kegiatan KBM Goes to Korea.
Hanya dengan memotret label komposisi pada kemasan produk di minimarket, AI mampu membedah kandungan kimiawi secara instan. Teknologi ini mampu mendeteksi keberadaan lemak babi, alkohol, hingga turunan gelatin yang meragukan, memberikan rasa aman bagi para penulis dalam mengeksplorasi kuliner lokal.
Navigasi tanpa batas
Tak hanya soal perut, lanjut Asma Nadia, AI juga menjadi juru selamat dalam urusan teknis sehari-hari. Mulai dari menerjemahkan tombol-tombol rumit pada bidet toilet hingga membedah pesan darurat (emergency alert) dari pemerintah Korea Selatan yang kerap muncul di ponsel.
Dengan fitur real-time translation, para penulis cukup mengarahkan kamera ke tombol-tombol tersebut, dan seketika instruksi penggunaan muncul dalam bahasa Indonesia yang fasih.
“Kita cukup melakukan screenshot dan meminta AI menerjemahkannya. Apakah itu peringatan debu halus, cuaca ekstrem, atau sekadar informasi publik, semua menjadi jelas dalam sekejap,” ujar Asma Nadia.
Di labirin kota Seoul yang padat, aplikasi peta yang terintegrasi dengan AI juga memberikan arahan yang sangat presisi. Tidak sekadar menunjukkan jalan, tapi merekomendasikan rute tercepat, jenis transportasi yang paling efisien, hingga memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan.
“Semoga kemudahan ini menginspirasi kita semua untuk terus beradaptasi. Karena di masa depan, penulis yang hebat bukan hanya yang pandai bercerita, tapi yang paling cerdas memanfaatkan teknologi untuk menaklukkan dunia,” tandasnya. (Hym)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved