Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali meluncurkan program Masjid dan Musala Bersih, Segar, dan Rapi (Berseri) dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H/2026 M. Program ini digelar di 234 kampus, 506 pondok pesantren, lebih dari 1.000 Madrasah Layak Belajar Baznas, serta berbagai titik di 10 negara. Program ini merupakan gerakan reguler tahunan Baznas demi memberikan akses perbaikan dan kebersihan rumah ibadah. Pada 2026, jangkauan program meluas hingga ke Malaysia, Turki, Maroko, Tunisia, hingga Rusia.
“Forum hari ini sebetulnya adalah forum puncak simbolisasi saja karena kami secara rutin melakukan kegiatan serupa selama bertahun-tahun. Jika dijumlahkan, mungkin sudah menghabiskan sekian puluh miliar rupiah di sekian ratus ribu titik,” jelas Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI, Farid Septian, Sabtu (14/2).
Menurutnya, agenda peluncuran saat ini dilakukan sebagai simbolisasi bahwa BAZNAS selalu berkolaborasi bersama berbagai pihak. Dengan demikian, program ini dapat menginspirasi banyak orang, terutama jelang bulan suci Ramadan.
“Kita sudah melaksanakan sejak tanggal 11 kemarin sampai nanti menjelang Ramadan tanggal 18 insyaallah akan terus kita lakukan program ini baik di dalam maupun luar negeri,”katanya.
Secara terpisah, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan perluasan program hingga ke sejumlah negara menunjukkan bahwa pengelolaan zakat kini semakin terhubung dan kolaboratif.
“Kami ingin gerakan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di berbagai tempat, baik di dalam maupun luar negeri khususnya di bulan suci Ramadan,” ujar Saidah.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Gulkarmat Matraman, Hary Purwanto, mengapresiasi program ini, terutama karena menyasar Masjid Jami Baitut Taqwa di kantornya. “Program ini memotivasi kami untuk semakin tangguh, inovatif, dan profesional dalam melayani masyarakat,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Kwartir Ranting Ciawi, Suprapto Prasetyo, berterima kasih karena Pramuka selalu dilibatkan. “Harapannya, kegiatan ini terus ditingkatkan agar membawa manfaat bagi tempat ibadah, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor dan Indonesia pada umumnya,” tandas Hary.
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Prima DMI ingin memastikan bahwa remaja masjid tidak hanya hadir di mimbar dakwah.
Kondisi Masjid Syuhada Tamiang sebelumnya cukup memprihatinkan karena tertutup material lumpur, noda, serta kerak sisa bencana yang mengeras.
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
Masjid ini dirancang menjadi pusat ekosistem terpadu yang menggabungkan aspek spiritual, kewirausahaan (ecopreneurship), dan pemberdayaan masyarakat.
Harapannya Pemerintah Daerah dapat memberikan apresiasi nyata bagi pengelola rumah ibadah yang berhasil memberikan dampak sosial luas bagi warga sekitarnya.
Dirjen Polpum Kemendagri, Akmal Malik mendorong agar rumah ibadah di Indonesia tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
Ledakan bom bunuh diri di rumah ibadah Syiah Islamabad, Pakistan, menewaskan 31 orang dan melukai 169 lainnya. Operasi penyelamatan berlangsung darurat.
Ramadan 1447 H, PP GP Ansor bergerak membantu pemulihan warga Aceh pasca-bencana. Sebanyak 150 personel Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) diterjunkan.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) melakukan penyesuaian kebijakan prioritas menyusul pengalihan penuh penyelenggaraan ibadah haji ke Kementerian Haji.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved