Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Kemenag Siapkan Langkah Relokasi bagi Pesantren Terdampak Bencana di Tegal

Ficky Ramadhan
17/2/2026 13:37
Kemenag Siapkan Langkah Relokasi bagi Pesantren Terdampak Bencana di Tegal
Ilustrasi pesantren terdampak bencana(Ist)

WAKIL Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan komitmen pemerintah untuk memulihkan pesantren dan rumah ibadah yang terdampak bencana, salah satunya di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Wamenag menyampaikan bahwa bencana berskala luas hampir selalu berdampak pada rumah ibadah maupun lembaga pendidikan keagamaan. Di Kecamatan Jatinegara, misalnya, tercatat satu masjid, satu musala, serta dua pondok pesantren mengalami kerusakan.

"Dalam setiap bencana yang skalanya luas, pasti berdampak juga pada pesantren dan rumah ibadah. Karena itu, pada tahap awal kami langsung menyalurkan bantuan melalui program Kemenag Peduli," kata Wamenag dalam keterangannya, Selasa (17/2).

Bantuan tersebut berasal dari berbagai tingkatan satuan kerja Kementerian Agama Republik Indonesia. Kantor Kemenag Kabupaten Tegal menyalurkan sekitar Rp20 juta, Kantor Wilayah Jawa Tengah sebesar Rp100 juta, Kemenag pusat melalui program peduli bencana Rp250 juta, serta tambahan Rp100 juta dari Direktorat Pondok Pesantren.

Menurut Romo, dukungan dana tersebut merupakan langkah tanggap darurat. Pada tahap berikutnya, pesantren terdampak diminta mengajukan proposal resmi yang akan dikaji guna menentukan kebutuhan paling mendesak agar kegiatan operasional dapat segera kembali berjalan.

Selain bantuan finansial, Kemenag juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait rencana pembangunan kembali pesantren di lokasi yang lebih aman dari risiko bencana. Pihak pengasuh pesantren diketahui telah menyiapkan lahan baru seluas tiga hektare di kawasan bebas bencana, meski pembebasan lahan yang terealisasi saat ini baru sekitar 5.000 meter persegi.

“Jika pembebasan lahan sudah selesai, pembangunan akan didukung bersama oleh Kementerian Agama dan Kementerian PU agar pesantren bisa berdiri kembali di lokasi yang aman,” tambahnya.

Ia juga menyoroti keberlanjutan proses belajar mengajar para santri selama masa pemulihan. Untuk sementara, kegiatan pendidikan masih diliburkan dalam masa tanggap darurat. Namun, pengelola pesantren telah menyiapkan skema pembelajaran alternatif agar pendidikan tetap berjalan meskipun sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih.

Pemerintah berharap langkah tanggap darurat, pemulihan bertahap, serta relokasi ke kawasan yang lebih aman dapat mempercepat kembalinya aktivitas pendidikan keagamaan secara normal. (Fik)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik