Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Lost City: Kota Bawah Laut Misterius di Mid-Atlantic Ridge yang Bisa Ungkap Asal Usul Kehidupan

Nadhira Izzati A
04/2/2026 21:57
Lost City: Kota Bawah Laut Misterius di Mid-Atlantic Ridge yang Bisa Ungkap Asal Usul Kehidupan
Lost City.(sciencealert.com)

DEKAT puncak gunung bawah laut di sebelah barat Mid-Atlantic Ridge, terdapat sebuah lanskap menara bergerigi yang dikenal sebagai Lost City (Kota yang Hilang). Menara-menara ini memiliki ukuran yang sangat beragam, mulai dari tumpukan kecil seukuran jamur hingga monolit raksasa setinggi 60 meter, dengan dinding-dinding karbonat berwarna krem yang tampak biru pucat saat terkena sorot lampu kendaraan bawah laut (ROV) yang menjelajahinya.

Situs ini pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan pada 2000 di kedalaman lebih dari 700 meter di bawah permukaan laut. Lost City merupakan lingkungan ventilasi hidrotermal dengan masa aktif terlama yang pernah ditemukan di lautan, dan hingga kini belum ada struktur serupa yang ditemukan di tempat lain.

Ekosistem dan Rahasia di Lost City

Selama setidaknya 120.000 tahun, reaksi antara lapisan mantel bumi dan air laut di wilayah ini telah menghasilkan semburan hidrogen, metana, dan gas terlarut lainnya.

Celah-celah pada ventilasi ini menghasilkan hidrokarbon yang menjadi sumber makanan bagi komunitas mikroba unik tanpa memerlukan oksigen. Meskipun lingkungannya ekstrem, wilayah dengan suhu gas mencapai 40°C ini dihuni oleh banyak siput dan krustasea. Hewan yang lebih besar seperti kepiting, udang, dan belut juga ditemukan di sini meski dalam jumlah sedikit.

Signifikansi Lost City secara ilmiah semakin kuat ketika pada tahun 2024, peneliti berhasil mengambil sampel inti batuan mantel sepanjang 1.268 meter dari lokasi ini. Sampel tersebut diharapkan dapat menjelaskan bagaimana kehidupan muncul di Bumi miliaran tahun lalu.

Hidrokarbon di Lost City terbentuk melalui reaksi kimia dasar laut, bukan dari sinar matahari atau karbon dioksida atmosfer. Hal ini memicu spekulasi bahwa kehidupan bisa saja bermula di habitat seperti ini, termasuk di bulan Jupiter (Europa) atau bulan Saturnus (Enceladus) yang memiliki kondisi lingkungan serupa.

Perbandingan dengan Black Smokers

Lost City memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari ventilasi vulkanik biasa atau black smokers. Perbedaan utamanya terletak pada sumber energinya yang tidak bergantung pada panas magma, serta kandungan hidrogen dan metananya yang mencapai 100 kali lebih banyak. Selain itu, ventilasi kalsit di Lost City jauh lebih besar dan bertahan lebih lama.

Salah satu struktur tertingginya, Poseidon, menjulang lebih dari 60 meter, sementara di bagian timur laut terdapat formasi karbonat halus yang menyerupai jemari tangan akibat rembesan cairan dari tebing.

Ancaman Rusak Menggentayangi

Keberadaan Lost City ini mulai terancam oleh aktivitas manusia. Pada tahun 2018, Polandia mendapatkan hak untuk melakukan penambangan laut dalam di wilayah sekitar Lost City. Meski lokasi utama ventilasi tidak mengandung mineral berharga, aktivitas penambangan di sekitarnya dikhawatirkan akan merusak ekosistem melalui limbah atau debu hasil tambang.

Para ahli kini mendesak agar Lost City ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Langkah ini dianggap perlu untuk melindungi lingkungan yang telah bertahan selama puluhan ribu tahun ini dari kerusakan akibat aktivitas manusia. Sumber: sciencealert.com (P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya