Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Kisah Rammang-Rammang dan Pendampingan Astra Menuju Desa Wisata Berkelanjutan

Lina Herlina
14/1/2026 10:38
Kisah Rammang-Rammang dan Pendampingan Astra Menuju Desa Wisata Berkelanjutan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

TERSEMBUNYI di balik tebing karst megah dan aliran sungai yang sunyi, Dusun Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kini bertransformasi, dari wilayah terpencil menjadi desa wisata yang hidup dan mandiri. 

Bersama Astra melalui Kampung Berseri Astra, warga setempat tak sekadar menjaga bentang alam warisan UNESCO, tetapi juga membangun masa depan yang sejahtera, sehat, dan tangguh bencana. Inilah kisah kolaborasi yang menjaga warisan alam sambil membuka pintu kesejahteraan.

Kawasan yang dulu terisolasi itu telah bertransformasi menjadi destinasi wisata berkelanjutan—tempat di mana pelestarian alam berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi, layanan kesehatan, serta kesiapsiagaan bencana.

Melalui Program Kampung Berseri Astra, pendekatan berbasis masyarakat dijalankan untuk mendampingi warga menjaga keunikan kawasan karst sekaligus mengembangkannya sebagai desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan. 

Kolaborasi ini menempatkan masyarakat sebagai penjaga aktif warisan alam, yang kini telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark, serta sebagai pelaku utama pembangunan yang selaras dengan alam.

“Astra berkomitmen memperkuat kontribusi sosial berkelanjutan yang mendorong kesejahteraan, khususnya di wilayah pedesaan. Hal ini kami wujudkan melalui Kampung Berseri Astra, dengan mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan generasi muda, sejalan dengan empat pilar kami: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan,” ujar Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro.

Di balik transformasi Rammang-Rammang, ada sosok Zainal Abidin, putra daerah pertama yang meraih gelar doktoral dan gigih memperkenalkan keindahan karst kampung halamannya melalui media sosial. 

Berkat dedikasinya, Rammang-Rammang mulai dikenal luas tanpa mengorbankan nilai-nilai pelestarian. Zainal, yang dijuluki "Penjaga Benteng Alam Karst", mengajak warga melihat potensi alam sebagai sumber kehidupan berkelanjutan.

Seiring berkembangnya wisata, masyarakat juga didampingi untuk menjaga ekosistem setempat. Salah satu inovasi yang lahir adalah pupuk organik dari kotoran kelelawar gua karst. 

Produk ramah lingkungan ini tidak hanya menjaga kesuburan alam, tetapi juga membuka peluang usaha melalui kolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Dampak ekonominya nyata. Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Di bidang kesehatan, warga kini memiliki akses lebih baik melalui Kartu Masyarakat Sehat Berseri Astra, dilengkapi pemeriksaan rutin dan layanan kesehatan keliling menggunakan perahu jolloro untuk menjangkau wilayah perairan. 

Sementara itu, Program Kampung Aman Tangguh membekali masyarakat dengan pengetahuan mitigasi bencana, dari pencegahan, penanganan, hingga pemulihan pascabencana.

Kisah inspiratif perjalanan Zainal Abidin bersama Kampung Berseri Astra dapat disimak lebih lengkap di kanal YouTube SATU Indonesia.

Komitmen Astra dalam mendampingi para penggerak lokal seperti Zainal sejalan dengan visi Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. 

Dari Rammang-Rammang, terpancar cahaya harmoni antara melestarikan warisan alam dan membangun kesejahteraan yang berkelanjutan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya