Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Akhirnya Jenazah Korban Pertama ATR 42-500 Dievakuasi Gunakan Helikopter, setelah BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

Lina Herlina
21/1/2026 08:14
Akhirnya Jenazah Korban Pertama ATR 42-500 Dievakuasi Gunakan Helikopter, setelah BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SETELAH pencarian intensif di medan yang berat, satu jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT di Pegunungan Bulusaraung, akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan helikopter, Rabu (24/1). Evakuasi dilakukan dengan teknik hoist (pengangkatan dengan tali) di lokasi terjal Desa Lampesso, Maros, Sulsel.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ registrasi HR-3601. 

Berdasarkan laporan operasi, helikopter lepas landas (Take Off) dari Makassar (MKS) pukul 07.49 WITA dan tiba di titik SAS (Search and Area Spot) di Lampesso pukul 07.59 WITA. Dengan memanfaatkan cuaca yang mendukung, jenazah laki-laki, korban yang pertama kali ditemukan (disebut Paket 1) kemudian dievakuasi menggunakan teknik hoist.

"Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi," ujar Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Kota Makassar.

Setelah jenazah berhasil diangkat ke dalam helikopter, tim langsung meneruskan penerbangan menuju Lanud (Pangkalan Udara). Helikopter mendarat dengan aman pukul 08.18 WITA. Jenazah kemudian langsung diserahkan kepada Tim DVI untuk proses lebih lanjut.

Pencarian Diperluas, Tim Diperkuat

Hingga hari kelima pencarian ini, baru dua jenazah yang ditemukan, setelah jenazah perempuan (temuan/paket 2) diserahkan Selasa (20/1) malam.

Meski dua jenazah telah berhasil dievakuasi, operasi SAR tetap berlanjut dengan fokus utama di area yang telah ditentukan sesuai rencana operasi (renom). Andi Sultan menyatakan bahwa tim gabungan akan melanjutkan pencarian di sekitar Lampesso.

Untuk memperluas jangkauan, dilakukan pula penambahan dan rotasi personel. "Untuk saat ini, sampai saat ini penambahan terus dilakukan. Penambahan personil, ada juga yang di-rolling untuk dilakukan pencarian," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tim akan melakukan penyisiran ulang di area-area yang sebelumnya memiliki visibilitas nol atau tertutup kabut tebal. 

"Ya, kami akan melakukan penyisiran seperti yang kemarin, rolling untuk visibility nol. Dan hari ini kita tetap melakukan penyisiran di tempat tersebut yang kami curigai," pungkas Andi Sultan.

Sebelumnya Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyebutkan agar bisa dilakukan evakuasi, pihak SAR meminta bantuan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan modifikasi cuaca (MC), agar bisa memanfaatkan celah waktu untuk evakuasi.

Diketahui Pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (19/1) dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk keperluan patroli udara. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya