Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI evakuasi korban dan puing pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan mendapat dukungan penuh dari matra udara. TNI AU mengerahkan helikopter H225M Caracal serta pesawat Boeing guna memperkuat kerja Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, mengonfirmasi bahwa pengerahan alutsista ini bertujuan untuk mempercepat proses evakuasi di medan yang sulit dijangkau. Helikopter Caracal telah bertugas menurunkan prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan personel Basarnas di titik terdekat lokasi kejadian sejak Senin (19/1).
"Tim disiapkan untuk mempercepat proses evakuasi korban sekaligus mendorong distribusi logistik bagi tim SAR gabungan," kata I Nyoman saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (20/1).
Pasukan Korpasgat dan Basarnas dijadwalkan langsung bergerak menuju titik jatuhnya pesawat segera setelah mencapai area penurunan.
Memasuki hari keempat operasi, upaya pencarian korban terus diintensifkan. Sebanyak sembilan Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan untuk menyisir kawasan bukit dan tebing curam di perbatasan Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan bahwa penyisiran kini berfokus pada sektor-sektor yang telah dipetakan, mencakup titik penemuan korban, barang pribadi, serta bagian badan pesawat.
“Penyisiran dilakukan secara bertahap dan terukur menyesuaikan rencana operasi,” ujar Edy Prakoso di Jakarta, Selasa.
Di bawah komando Kepala Kantor SAR Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), setiap SRU menempati sektor berbeda guna memastikan area pencarian tercover secara menyeluruh. Tantangan utama di lapangan adalah kedalaman tebing yang diperkirakan mencapai ratusan meter dari puncak, sehingga pergerakan tim membutuhkan teknik pengamanan ketat.
Latar Belakang Insiden dan Data Penumpang
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT, yang sebelumnya hilang kontak pada rute Yogyakarta-Makassar, berhasil ditemukan pada Minggu (18/1) pagi. Penemuan ini terjadi kurang dari 24 jam setelah laporan kehilangan diterima.
Berdasarkan manifest penerbangan yang telah diperbaharui, pesawat tersebut membawa 10 orang, termasuk kru. Di antara daftar penumpang, teridentifikasi tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yaitu:
Hingga saat ini, tim gabungan terus berupaya menyelesaikan proses evakuasi di tengah kondisi geografis yang ekstrem. (Ant/I-1)
Basarnas Bali gelar Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 selama 17 hari. 140 personel disiagakan di pelabuhan, bandara, dan objek wisata untuk antisipasi darurat.
Selanjutnya pada pukul 17.50 WIB Tim SAR gabungan kembali menemukan korban yang teridentifikasi bernama Hardianto dalam kondisi meninggal dunia
Tiga orang meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Adapun operasi SAR yang menjadi perhatian masyarakat antara lain kecelakaan pesawat pada 3 Agustus 2025 terhadap pesawat latih PK-S126 yang jatuh di Desa Benteng, Ciampea.
Penumpang dan awak pesawat Smart Air rute Nabire-Kaimana dipastikan selamat setelah pesawat melakukan pendaratan darurat di kawasan pantai dekat Bandara Nabire.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Moh Syafi'i mengungkapkan tim SAR gabungan melakukan evakuasi dua kantong berisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500.
Tim DVI fokus pada identifikasi korban ketiga pesawat ATR 42-500 yang baru diterima dari tim pencari dan evakuasi (SAR), yang ternyata hanya bagian tubuh saja.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ registrasi HR-3601.
OPERASI kemanusiaan mengevakuasi korban dan puing pesawat ATR 42-500 melibatkan sinergi penuh dari tiga matra TNI bersama Tim SAR Gabungan.
Prajurit Marinir TNI AL dan personel TNI AD dikerahkan untuk evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved