Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Insiden Pesawat ATR 42-500: Marinir Sisir Medan Ekstrem

Irvan Sihombing
20/1/2026 13:35
Insiden Pesawat ATR 42-500: Marinir Sisir Medan Ekstrem
Personel Marinir bersama tim SAR gabungan turut terlibat dalam proses evakuasi pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026)(Antara/Pen Mari)

PRAJURIT Marinir TNI AL dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban dan puing pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Keterlibatan satuan elite ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel Marinir Nana Karyana.

Nana menjelaskan bahwa pihaknya telah mengutus personel dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VI. Sejak Senin (19/1), pasukan tersebut telah bergabung dengan Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan menuju titik koordinat jatuhnya pesawat.

"Prajurit Marinir bergerak cepat menuju area pencarian dengan menyusuri hutan dan mendaki jalur pegunungan terjal berbekal perlengkapan SAR serta kemampuan navigasi medan ekstrem," kata Nana saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (20/1).

Meski operasional di lapangan sempat terhambat cuaca buruk berupa hujan deras dan kabut tebal, para personel tetap melanjutkan pergerakan menuju lokasi sasaran. Nana menyebutkan bahwa tim Marinir melakukan penyisiran intensif guna mendeteksi keberadaan badan pesawat serta para korban.

Hasilnya, di titik tertentu, tim gabungan berhasil menemukan serpihan badan pesawat di lereng gunung. Saat ini, fokus utama prajurit adalah melakukan evakuasi terhadap para korban.

"Kita pastikan akan terus berkolaborasi dengan Polri, pemerintah daerah, serta Basarnas demi memaksimalkan proses evakuasi," kata Nana.

Dua Korban Berhasil Dievakuasi TNI AD 

Sementara itu, personel TNI AD yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan juga melaporkan kemajuan signifikan. Pada Senin (19/1), tim berhasil mengevakuasi dua korban dari lokasi kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung.

Berdasarkan siaran pers resmi TNI AD, kedua korban tersebut ditemukan di area sekitar badan dan ekor pesawat. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan bahwa evakuasi harus dilakukan dengan metode khusus karena kondisi geografis yang sulit.

"Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat dengan teknik mountaineering mengingat keterbatasan akses udara akibat angin kencang dan kabut tebal di kawasan puncak Bulusaraung," ujar Donny Pramono saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR di medan ekstrem tersebut masih terus berlangsung guna mencari korban lainnya yang masih berada di lokasi kejadian.

Pesawat ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT sebelumnya dilaporkan kehilangan kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Kurang dari 24 jam sejak laporan diterima, pesawat tersebut berhasil ditemukan pada Minggu (18/1) pagi.

Berdasarkan pembaruan data manifes, pesawat ATR itu membawa total 10 orang, termasuk kru penerbangan. Di antara penumpang terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan yang bertugas sebagai analis kapal pengawas, Deden Mulyana selaku pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal sebagai operator foto udara. (Ant/I-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya