Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pendakian Gunung Bulusaraung Masih Ditutup setelah Jatuhnya ATR 42-500 

Lina Herlina
26/1/2026 16:56
Pendakian Gunung Bulusaraung Masih Ditutup setelah Jatuhnya ATR 42-500 
Ilustrasi.(Lina Herlina /MI)

TAMAN Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) masih menutup akses pendakian ke Gunung Bulusaraung menyusul berakhirnya operasi SAR kecelakaan pesawat milik Indonesia Air Transport, ATR 42-500

Penutupan ini untuk memungkinkan proses pembersihan serpihan sampah operasi dan pemulihan kawasan, sekaligus menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait serpihan pesawat yang masih tersisa.

Hal itu diungkapkan Kepala TN Babul, Abdul Rajab, Senin (26/1). "Kami saat ini masih menyiapkan site pendakian (Gunung) Bulusaraung dengan kegiatan bersih sampah dan proses pemulihan kawasan. Sehingga aktivitas pendakian belum kami buka sementara waktu," ungkapnya.

Ditanya mengenai serpihan pesawat yang masih berserakan di lereng gunung, Rajab menyatakan hal itu akan menjadi bahan komunikasi dengan KNKT. 

Namun, ia memastikan komponen vital investigasi, yaitu Kotak Hitam (Black Box) dan Emergency Locator Transmitter (ELT), telah diamankan dan dibawa oleh KNKT untuk proses identifikasi dan analisis.

"Info dari KNKT bahwa serpihan, Black Box dan dokumentasi yang dibawa ke Jakarta sudah mewakili proses identifikasi sementara. Sehingga proses evakuasi sudah dihentikan," jelasnya.

Operasi SAR atas kecelakaan pesawat yang mengangkut tujuh kru dan tiga staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut telah resmi ditutup oleh Basarnas pada Jumat (23/1) lalu. 

Kepala Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Moh. Syafi'i, melaporkan tim gabungan berhasil mengevakuasi total 11 paket jenazah (10 paket body pack dan 1 paket body part) yang telah diserahkan untuk proses identifikasi forensik.

Syafi'i juga mengonfirmasi bahwa Black Box pesawat berhasil ditemukan pada hari kelima pencarian dan kini dalam tahap investigasi mendalam oleh KNKT untuk mengungkap penyebab teknis kecelakaan.

Meski operasi SAR dinyatakan selesai, Basarnas menyebut kemungkinan membuka kembali pencarian jika hasil identifikasi forensik kelak tidak sesuai dengan data manifest penumpang. 

Sembari menunggu kepastian itu dan arahan lebih lanjut dari KNKT mengenai serpihan pesawat, TN Babul memilih untuk menjaga ketertutupan jalur pendakian guna menghormati lokasi tragedi dan memastikan keamanan serta keselamatan calon pendaki di masa mendatang.

Pesawat ATR 42-500 milik IAT yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pada 17 Januari 2026, menewaskan kesepuluh orang di dalamnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya