Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel selesai melakukan identitas korban pertama (jenazah kedua) kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500, yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Memang belum ada keterangan Rezki dari Tim DVI Polri maupun Biddokkes Polda Sulsel. Namun bisa dipastikan, jika korban tersebut bernama Deden Maulana yang merupakan pegawai pengelola barang milik negara di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Itu diketahui, saat sebuah peti jenazah dibungkus terpal biru diserahkan Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel dengan nomor PB.62.B.02 kepada keluarga korban. Di atas dan samping terpal tertulis nama Deden Maulana.
Usai penyerahan yang diterima oleh istri di dampingi saudara korban, peti jenazah dibawa menggunakan Ambulans DVI ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Tidak ada keterangan dari keluarga korban. Meski demikian, salah satu keluarga mengungkapkan baru akan memberikan keterangan pada jumpa pers hari ini Kamis (22/1).
Jasad Deden ditemukan Minggu (18/1) lalu oleh tim SAR gabungan di posisi 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Evakuasi jenazah Deden dari jurang Gunung Bulusaraung penuh tantangan. Bahkan, jenazah Deden berhasil dievakuasi Dusun Lampeso, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, dan tiba di Dokkes Rabu (21/1).
Jenazah Deden dijemput Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas. Selanjutnya, jenazah diterbangkan ke Lanud Hasanuddin untuk dibawa ke Biddokkes Polda Sulsel agar dilakukan identifikasi oleh tim DVI.
Sebelumnya, Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel masih melakukan pemeriksaan jenazah korban kecelakaan Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang ditemukan pertama oleh tim SAR gabungan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Biddokkes Polda Sulsel menyebut jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut sudah dalam kondisi bengkak.
Sebelumnya, disebutkan, identifikasi ini lebih sulit. Kepala Biddokkes Polda Sulsel Komisaris Besar Muh Haris mengatakan masih belum bisa memastikan identitas korban pertama berjenis kelamin laki-laki. Apalagi keluarga korban memberikan foto saat masih muda. Sedangkan, kondisi tubuh sudah berubah.
"Biasanya yang diposting ke kami, yang diberikan kepada kami untuk jenazah yang kedua ini adalah foto waktu masih umur masih muda. Sedangkan beliau mungkin sudah berubah beberapa tahun baru ada foto terbarunya," ujarnya saat jumpa pers di Aula Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1).
Selain itu, kondisi tubuh juga akan berubah saat sudah meninggal dunia. Apalagi, korban pertama tersebut sudah dalam kondisi bengkak meski masih utuh saat ditemukan oleh tim SAR gabungan.
"Apalagi dengan cuaca, kondisi, sudah bengkak. Tidak bisa dipastikan dengan foto waktu itu dengan waktu meninggal," kata Haris.
Haris memaparkan proses identifikasi jenazah dilakukan dengan dua metode yakni primer dan sekunder. (Z-2)
TIM SAR gabungan yang dipimpin Basarnas RI melanjutkan pencarian korban pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
OPERASI kemanusiaan mengevakuasi korban dan puing pesawat ATR 42-500 melibatkan sinergi penuh dari tiga matra TNI bersama Tim SAR Gabungan.
Prajurit Marinir TNI AL dan personel TNI AD dikerahkan untuk evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep.
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved