Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Disaster Victim Identification (DVI) gabungan Polri berhasil mengidentifikasi korban kedua dalam kecelakaan pesawat di Sulawesi Selatan. Setelah diserahkan kepada keluarga dini hari tadi, proses identifikasi kini berlanjut untuk korban ketiga yang masih dalam pemeriksaan intensif di Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Sulawesi Selatan.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, dalam konferensi pers, Kamis (22/1) mengonfirmasi bahwa jenazah korban kedua telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga pada dini hari.
"Penerimaan jenazah kedua sudah dapat diidentifikasi, atas nama Deden Maulana, kelahiran Garut, warga Jalan Jati Raya 66H, Sofia, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tadi subuh sudah diserahkan jenazah kepada keluarganya, dan diterbangkan menggunakan pesawat citylink," jelas Didik.
Saat ini, tim fokus pada identifikasi korban ketiga yang baru diterima dari tim pencari dan evakuasi (SAR), yang ternyata hanya bagian tubuh saja.
Kombes M. Haris, Kabid Dokkes Polda Sulsel, memaparkan hasil rinci identifikasi korban kedua tersebut. Proses ini dilakukan oleh Tim DVI gabungan yang melibatkan unsur Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, Pusident (Pusat Identifikasi) Bareskrim Polri, serta Departemen Forensik dan Mediko-Legal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).
"Jenasah dengan nomor PM62.B.02, cocok dengan antemortem nomor AM006, teridentifikasi sebagai Deden Maulana, laki-laki, umur 43 tahun," ujar Haris.
Ia menjelaskan bahwa identifikasi dipastikan melalui kecocokan sidik jari dan ciri-ciri medis tertentu. Hingga hari ini, total dua korban dari dua kantong jenazah yang diterima telah berhasil diidentifikasi.
Brigjen Pol Mashudi, Kapusident Bareskrim Polri, menambahkan bahwa proses identifikasi Deden Maulana dilakukan dengan penuh tantangan akibat kondisi jenazah. Namun, tim berhasil memanfaatkan sisa jaringan kulit untuk pengambilan sidik jari.
"Berdasarkan keuletan dan kemampuan keilmuan anggota, kami berhasil melakukan identifikasi dengan memanfaatkan kulit sidik jari yang masih ada," papar Mashudi.
Ia menegaskan keyakinan ilmiah tim atas kecocokan sidik jari postmortem dengan data antemortem yang dimiliki.
Untuk jenazah ketiga yang saat ini masih dalam pemeriksaan, Kombes Haris menyatakan tim akan bekerja maksimal. Metode identifikasi berjenjang akan diterapkan.
"Kami akan bekerja maksimal hari ini. Jika sidik jari (metode primer) tidak dapat ditemukan, kita memakai pemeriksaan gigi, kemudian DNA. Metode sekunder bisa dari data properti, ciri khusus, tinggi badan, bekas operasi, dan lain sebagainya," jelas Haris.
Ia menambahkan bahwa proses pembukaan kantong jenazah dan pemeriksaan isinya sedang berlangsung. Hasil identifikasi korban ketiga diharapkan dapat segera disampaikan kepada publik dan keluarga setelah proses selesai.
Jenazah salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 akhirnya berhasil diidentifikasi sebagai Deden Maulana, seorang laki-laki penumpang pesawat nahas tersebut.
MEMASUKI hari kelima operasi pencarian, Tim SAR berhasil menemukan korban ketiga jatuhnya pesawat ATR 42-500.
Tim DVI Polda Sulsel rampungkan pengambilan data ante mortem keluarga korban pesawat IAT ATR 42-500. Wamen KKP pastikan pendampingan penuh bagi keluarga korban di Makassar.
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
Selain pengambilan sampel DNA, tim turut mengumpulkan data antemortem korban dari istri korban, RES, yang beralamat di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved