Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Tangis Haru Keluarga di Detik-Detik Penyerahan Korban Pesawat ATR 42-500

Lina Herlina
24/1/2026 17:44
Tangis Haru Keluarga di Detik-Detik Penyerahan Korban Pesawat ATR 42-500
Proses penyerahan jenazah korban pesawat ATR 42-500.(Dok. MI)

SUASANA di Gedung Dokter Kepolisian (Dokkes) Polda Sulsel, Sabtu (24/1) sore, digenangi oleh kesunyian yang berat, hanya sesekali terpecah oleh isak yang ditahan. Tujuh peti jenazah, masing-masing terbungkus, tersusun rapi. Di sanalah, setelah berhari-hari penuh kecemasan dan pencarian di medan terjal Gunung Bulusaraung, keluarga korban pesawat ATR 42-500 akhirnya berjumpa untuk terakhir kalinya.

Prosesi penyerahan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang telah diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) ini berlangsung penuh dengan gejolak emosi. 

Di antara keluarga yang berusaha tegar, ada seorang orang tua dari salah satu korban yang menjadi pusat perhatian. Sepanjang proses, ia hanya terduduk, memendam segala sesak di dada, matanya sembap namun air mata masih tertahan. Ia seolah menyimpan seluruh kekuatan yang tersisa hanya untuk melihat peti anaknya.

Namun, benteng pertahanan itu akhirnya runtuh saat peti jenasah sang anak digotong dan diletakkan di barisan pertama, siap untuk diberi penghormatan terakhir. 

Saat itulah segalanya meledak. Air mata yang dibendung selama berjam-jam tumpah menjadi tangisan yang menyayat, sebuah pelukan dari anggota keluarga yang mencoba menenangkan. 

Tangis haru itu tak terbendung, mewakili kepedihan semua keluarga yang hadir, termasuk keluarga Co-Pilot Muh Farhan Gunawan yang juga tak kuasa menahan duka.

Dalam suasana yang haru sekaligus khusyuk, ketujuh jenazah disalati untuk terakhir kalinya. Doa-doa dipanjatkan, mengiringi perjalanan terakhir mereka. Usai prosesi penghormatan, satu per satu peti dibawa menuju ambulans yang telah menunggu. 

Masing-masing akan menempuh perjalanan panjang ke tempat peristirahatan terakhir, sesuai permintaan keluarga. Ada yang akan dibawa ke Bandara, untuk diterbangkan ke kota asal, seperti jenazah Dwi Murdiono, salah satu engineer ATR 42-500, yang akan dimakamkan di Bogor dan Jakarta sesuai pesan sang istri. 

Ada pula yang akan dibawa langsung ke tempat pemakaman di sekitar Sulawesi Selatan.

Salah satu keluarga menyampaikan terima kasih yang mendalam. "Saya tahu medannya sangat berat. Saya sudah melihat semuanya. Jadi saya tidak menggebu-gebu ingin dapat atau gimana. Saya cukup berterima kasih atas perjuangan teman-teman tim SAR dan juga lainnya," ujar Tarmizi, mengakui kesulitan luar biasa yang dihadapi tim gabungan dalam proses evakuasi.

Penyerahan ketujuh jenazah ini menandai satu tahap penting yang berhasil diselesaikan tim DVI, di mana total korban yang teridentifikasi kini menjadi sepuluh orang. 

Direktur Utama Indonesia Air Transport (IAT), Hadi Dribowo yang melepaskan jenazah para korban mengaku bersedih dan sangat berbeda sungkawa bagi keluarga korban, dan berharap semuanya bisa ikhlas.

Sementara Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menyakinkan, jika semua jenazah korban pesawat ATR 42-500 dipastikan tiba di rumah duka masing-masing sesuai dengan permintaan keluarga. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya