Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Berbalut Bendera Merah Putih, Deden Maulana Dimakamkan di Garut

Kristiadi
23/1/2026 16:48
Berbalut Bendera Merah Putih, Deden Maulana Dimakamkan di Garut
Prosesi pemakaman Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tewas dalam kecelakaan pesawat di Sulawesi Selatan.(ISTIMEWA)

PETI jenazah bertuliskan nama Deden Maulana itu dimasukkan ke dalam liang lahat di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Almarhum merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sehari-hari, dia merupakan pengelola barang milik negara. Tubuhnya ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 14.20 WITA di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter, pada 18 Januari.  

Jenazah langsung menjalani proses identifikasi yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan di Makasar.

Jasad korban diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Siekarno Hatta. Almarhum sempat disemayamkan berada di kampus Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP). Prosesi persemayaman dan pelepasan jenazah tersebut dilakukan secara kedinasan.

Prosesi pemakaman di Garut dilakukan ketika hujan deras mengguyur sejak siang.

Suasana duka menyelimuti, saat putranya mengumandangkan azan di depan liang lahat. Tepat saat jenazah ayahandanya hendak dimakamkan tangis keluarga dan pelayat pecah, menandai perpisahan terakhir yang menggetarkan hati.

"Beliau orangnya sangat baik, tidak ada duanya, pada keluarga, tetangga dan rekan kerjanya," kata adik almarhum, Berlian Purnama.

Berlian mengatakan, beberapa minggu sebelum pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Makasar, Deden sempat pulang ke Kabupaten Garut untuk menjemput putranya usai libur pergantian tahun. Kepulangan itu menjadi momen terakhir kebersamaan almarhum dengan keluarga di kampung halaman.

“Kami sekeluarga di Garut mengetahui kabar kecelakaan pesawat ATR 42-500 itu Sabtu sore. Kami semua kaget, tidak tenang. Keluarga besar langsung berangkat ke Jakarta untuk menunggu kepastian informasi," tambahnya, Kamis (22/1) sore.

Paman korban, Jejen Jaenali menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian dan evakuasi korban.

"Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR ini sangat luar biasa, meski dalam kondisi diguyur hujan, angin kencang, dan berkabut. Semoga mereka tetap diberikan kekuatan," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner