Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Helikopter Caracal Siap Terbang setelah Pencarian ATR 42-500 Tertunda karena Cuaca Buruk dan Medan Berat

Lina Herlina
19/1/2026 06:14
Helikopter Caracal Siap Terbang setelah Pencarian ATR 42-500 Tertunda karena Cuaca Buruk dan Medan Berat
Ilustrasi(Dok Istimewa)

TIM SAR bersiap meluncurkan operasi evakuasi udara pada Senin (19/1) untuk mengevakuasi korban pesawat ATR 42-500 dari Puncak Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Helikopter Caracal telah disiagakan dan akan mencoba mendarat di puncak gunung, dengan opsi evakuasi hoist sebagai prioritas, jika cuaca memungkinkan.

Evakuasi udara menjadi fokus utama setelah operasi tertunda kemarin akibat cuaca buruk, seluruh personel kini menantikan jeda cuaca untuk menerbangkan helikopter ke lokasi kejadian.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa opsi udara dengan helikopter Caracal TNI AU adalah prioritas. 

“Pagi ini, kami akan berusaha maksimal untuk evakuasi via udara. Helikopter akan mencoba mendarat di puncak atau menggunakan teknik *hoist* (pengangkatan dengan tali) untuk menurunkan dan mengangkat tim serta korban. Ini adalah opsi tercepat meski sangat bergantung pada cuaca,” jelas Syafii.

Sementara itu, di lokasi kejadian, Tim SAR yang telah bermalam di tenda-tenda darurat di sekitar reruntuhan pesawat terus memantau kondisi langit. Mereka melaporkan cuaca di puncak masih fluktuatif dengan kabut yang datang dan pergi.

“Kami terus berkoordinasi dengan pos komando dan pilot. Begitu ada celah cuaca, helikopter akan segera diberangkatkan dari pangkalan. Semua prosedur dan peralatan untuk evakuasi udara sudah dipersiapkan semalam,” kata Muhammad Arif Anwar, Sar Mission Coordinator (SMC) dari Basarnas Makassar.

Namun, Basarnas juga menyiapkan opsi darat sebagai backup jika cuaca tak kunjung membaik. Ratusan personel darat dari TNI, Polri, dan relawan sudah berada di pos-pos pendakian dan siap bergerak dengan tandu khusus jika perintah diberikan.

Selain korban, tim juga akan mengangkat bagian-bagian penting pesawat (body part) untuk kebutuhan investigasi KNKT. Operasi gabungan yang melibatkan ribuan personel ini akan terus dipantau ketat dengan mengutamakan faktor keselamatan seluruh anggota di lapangan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik