Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM SAR bersiap meluncurkan operasi evakuasi udara pada Senin (19/1) untuk mengevakuasi korban pesawat ATR 42-500 dari Puncak Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Helikopter Caracal telah disiagakan dan akan mencoba mendarat di puncak gunung, dengan opsi evakuasi hoist sebagai prioritas, jika cuaca memungkinkan.
Evakuasi udara menjadi fokus utama setelah operasi tertunda kemarin akibat cuaca buruk, seluruh personel kini menantikan jeda cuaca untuk menerbangkan helikopter ke lokasi kejadian.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa opsi udara dengan helikopter Caracal TNI AU adalah prioritas.
“Pagi ini, kami akan berusaha maksimal untuk evakuasi via udara. Helikopter akan mencoba mendarat di puncak atau menggunakan teknik *hoist* (pengangkatan dengan tali) untuk menurunkan dan mengangkat tim serta korban. Ini adalah opsi tercepat meski sangat bergantung pada cuaca,” jelas Syafii.
Sementara itu, di lokasi kejadian, Tim SAR yang telah bermalam di tenda-tenda darurat di sekitar reruntuhan pesawat terus memantau kondisi langit. Mereka melaporkan cuaca di puncak masih fluktuatif dengan kabut yang datang dan pergi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pos komando dan pilot. Begitu ada celah cuaca, helikopter akan segera diberangkatkan dari pangkalan. Semua prosedur dan peralatan untuk evakuasi udara sudah dipersiapkan semalam,” kata Muhammad Arif Anwar, Sar Mission Coordinator (SMC) dari Basarnas Makassar.
Namun, Basarnas juga menyiapkan opsi darat sebagai backup jika cuaca tak kunjung membaik. Ratusan personel darat dari TNI, Polri, dan relawan sudah berada di pos-pos pendakian dan siap bergerak dengan tandu khusus jika perintah diberikan.
Selain korban, tim juga akan mengangkat bagian-bagian penting pesawat (body part) untuk kebutuhan investigasi KNKT. Operasi gabungan yang melibatkan ribuan personel ini akan terus dipantau ketat dengan mengutamakan faktor keselamatan seluruh anggota di lapangan. (H-2)
Polisi kumpulkan data 8 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik IAT. Proses identifikasi menunggu evakuasi jenazah di Sulsel.
Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 sesegera mungkin setelah menerima laporan saat memimpin rapat terbatas beberapa hari lalu.
UPAYA pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus dilakukan. Hari ini, Tim Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin (Unhas) ikut turun tangan.
TIM SAR bersiap memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca untuk menghadapi kendala kabut tebal dan hujan di Gunung Bulusaraung, lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500.
OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) untuk korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan terjal Gunung Bulusaraung masih terkendala medan ekstrem dan cuaca buruk.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Penerbangan Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) itu berakhir tragis ketika pesawat dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 WITA di wilayah Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved