Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DPR RI Minta Kemenhub Investigasi Maintenance ATR 42 yang Hilang di Sulsel

Rahmatul Fajri
18/1/2026 20:00
DPR RI Minta Kemenhub Investigasi Maintenance ATR 42 yang Hilang di Sulsel
Wasekjen PKB Syaiful Huda memberikan keterangan kepada wartawan merespon penetapan Pilkada pada 27 November 2024 di DPP PKB, Jakarta, Senin (04/03/2024).(Usman Iskandar/MI)

WAKIL Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan audit soal insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1). 

Menurutnya audit menyeluruh terhadap pengawasan kelaikudaraan pesawat di Indonesia krusial, terutama armada yang memiliki usia operasional panjang.

Ia meminta Kemenhub mendampingi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menginvestigasi aspek pemeliharaan (maintenance) pesawat tersebut sebelum insiden terjadi.

“Kami meminta Kemenhub melakukan pengecekan terhadap aspek kelaikudaraan. Ini penting karena pesawat tersebut buatan tahun 2000, artinya sudah berusia 26 tahun. Investigasi ini krusial agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Syaiful dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/1/2026).

Di sisi lain, Syaiful mengapresiasi langkah cepat Basarnas, TNI AU, dan otoritas Bandara Sultan Hasanuddin yang langsung bergerak melakukan operasi pencarian di wilayah pegunungan Bantimurung dan Desa Leang-leang, Maros.

Ia mendorong Basarnas untuk memaksimalkan teknologi penginderaan jauh guna menyisir area sulit, mengingat kondisi geografis pegunungan dan cuaca yang tidak menentu. "Koordinasi operasional helikopter TNI AU harus dioptimalkan untuk menyisir titik koordinat terakhir pesawat," tambahnya.

Waspadai Siklon Tropis Nokaen

Politisi Fraksi PKB ini juga mengingatkan bahwa industri penerbangan nasional saat ini tengah menghadapi tantangan cuaca ekstrem akibat fenomena siklon. Secara khusus, ia menyoroti keberadaan Siklon Tropis Nokaen di utara Sulawesi Utara yang memicu cuaca buruk di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.

Syaiful menegaskan tidak boleh ada kompromi terkait keselamatan penumpang di tengah kondisi cuaca yang membahayakan.

“Insiden ini harus menjadi pengingat keras bagi seluruh penyedia layanan transportasi udara. Tidak boleh ada toleransi terhadap maskapai yang mengabaikan ambang batas cuaca minimum (weather minimal). Keselamatan adalah harga mati,” pungkasnya.  (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik