Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Navigasi Cerdas di Tengah Bear Market: 5 Strategi Bertahan bagi Investor Kripto

Basuki Eka Purnama
16/3/2026 20:36
Navigasi Cerdas di Tengah Bear Market: 5 Strategi Bertahan bagi Investor Kripto
Ilustrasi(MI/HO)

FASE bear market sering kali menjadi momok bagi investor kripto. Kondisi di mana harga aset turun signifikan dalam periode panjang ini biasanya memicu kepanikan. Namun, bagi investor berpengalaman, penurunan ini justru dipandang sebagai peluang emas untuk akumulasi.

Apa Itu Bear Market?

Dikutip dari Pintu Academy, platform edukasi aplikasi PINTU, bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang. 

Berbeda dari koreksi jangka pendek, bear market biasanya berlangsung berbulan-bulan hingga lebih dari setahun dan disertai sentimen negatif yang meluas.

Secara umum, bear market biasanya terjadi setelah aset mencetak ATH yang kemudian disusul dengan adanya koreksi pasar karena telah mengalami reli yang panjang. Tekanan jual kemudian diperkuat juga oleh faktor lainnya seperti kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, atau ketegangan geopolitik.

Tim Pintu Academy membagikan lima strategi wajib agar investor tidak hanya bertahan, tetapi juga siap menyongsong siklus berikutnya.

1. Sabar Menentukan Target Beli

Kunci utama menghadapi bear market adalah pengendalian emosi. Saat mayoritas investor panik menjual aset ketika harga jatuh lebih dari 20%, investor bijak justru menyusun watchlist. 

Fokuslah pada aset dengan fundamental kuat dan perhatikan pergerakan harganya relatif terhadap Bitcoin. Gunakan area support historis sebagai zona pembelian yang terencana.

2. Proteksi Modal dengan Strategi DCA

Menjaga modal adalah prioritas utama. Hindari keputusan impulsif seperti mengalokasikan seluruh dana dalam satu transaksi hanya karena menganggap harga sudah di titik terendah. 

Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) terbukti lebih efektif mengendalikan risiko. 

Sebagai ilustrasi, pada bear market 2022, investor yang melakukan DCA Rp1 juta per bulan memiliki harga rata-rata beli jauh lebih baik dibandingkan mereka yang melakukan investasi sekaligus (all-in) di awal tahun.

3. Fokus pada Fundamental Aset

Bear market berfungsi sebagai "seleksi alam" bagi proyek kripto. Proyek yang hanya didorong oleh spekulasi biasanya tidak akan pulih, sementara aset dengan fundamental kuat cenderung bertahan. 

Bitcoin tetap menjadi prioritas utama akumulasi karena likuiditasnya yang tinggi dan rekam jejak pemulihan yang terbukti di setiap siklus.

4. Pertajam Skill dan Analisis

Gunakan waktu luang di saat pasar sedang tenang untuk memperdalam kemampuan analisis teknikal maupun fundamental. 

Pelajari metrik on-chain seperti MVRV Z-Score untuk mengidentifikasi zona undervaluation. 

Selain itu, pahami faktor makroekonomi seperti kebijakan suku bunga dan inflasi yang memengaruhi likuiditas global. Investor yang masuk ke fase bull market dengan pemahaman matang akan mampu mengambil keputusan yang lebih rasional.

5. Memanfaatkan Peluang Short Selling

Bagi trader yang ingin tetap produktif saat harga turun, strategi short selling bisa menjadi pilihan. Melalui kontrak futures, investor dapat memperoleh keuntungan dari penurunan harga aset. 

Strategi ini sangat efektif jika tren turun sudah terkonfirmasi secara teknikal atau saat terjadi relief rally (kenaikan harga sementara) di tengah tren pelemahan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik