Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Putri Kim Jong Un Dilaporkan Pimpin Administrasi Rudal Korea Utara

Ferdian Ananda Majni
26/2/2026 11:50
Putri Kim Jong Un Dilaporkan Pimpin Administrasi Rudal Korea Utara
Foto diambil 13 April 2023 saat Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un bersama putrinya Kim Ju Ae melakukan inspeksi nuklir di Hwasongpho-18 ICBM( KCNA VIA KNS / AFP)

PUTRI Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan akan memimpin lembaga Administrasi Rudal, badan yang mengawasi kekuatan nuklir Pyongyang. Kim Ju Ae, yang diyakini berusia sekitar 13 atau 14 tahun, menurut penilaian intelijen Korea Selatan disebut bertindak sebagai direktur jenderal atau dirjen rudal sementara otoritas memantau jalannya Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea yang sedang berlangsung.

Harian The Chosun Ilbo, mengutip sumber pemerintah tingkat tinggi yang mengetahui persoalan tersebut, melaporkan bahwa badan intelijen menerima informasi mengenai penunjukan Ju Ae ke posisi itu.

Secara resmi, posisi direktur administrasi masih tercatat atas nama Jang Chang-ha. Namun, berdasarkan penilaian intelijen, putri Kim disebut menerima pengarahan dari para jenderal dan memberikan arahan strategis.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan sebelumnya juga menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa kemunculan publik Ju Ae menunjukkan dirinya berada dalam tahap penunjukan sebagai penerus, seraya menambahkan bahwa terdapat indikasi ia telah menyampaikan pandangan mengenai kebijakan tertentu.

Remaja tersebut beberapa kali terlihat mendampingi ayahnya dalam berbagai agenda militer penting, termasuk peluncuran rudal balistik antarbenua serta inspeksi sistem persenjataan.

Media pemerintah Korea Utara pertama kali mengonfirmasi keberadaan Ju Ae pada November 2022, ketika ia menemani Kim dalam peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17 dan hanya disebut sebagai anak kesayangan. Hingga kini, Pyongyang tidak pernah secara resmi mengungkapkan namanya.

Laporan mengenai peran barunya muncul di tengah upaya Kim terus menampilkan kemajuan program persenjataan negaranya. 

Pada 18 Februari, ia difoto mengemudikan peluncur roket multi-laras 600 mm berkemampuan nuklir di Pyongyang dan mengeklaim sistem tersebut sebagai salah satu yang paling kuat di kelasnya.

Media pemerintah menayangkan deretan kendaraan peluncur dan menyebut roket tersebut, yang menurut Kim memiliki kemampuan menyaingi rudal balistik jarak pendek serta menggunakan kecerdasan buatan dalam sistem pemandunya, telah benar-benar mengubah peperangan artileri modern. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya