Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Sinyal Politik dari Pyongyang: Mampukah Putri Kim Jong Un Memimpin Korea Utara?

Dhika Kusuma Winata
14/2/2026 16:43
Sinyal Politik dari Pyongyang: Mampukah Putri Kim Jong Un Memimpin Korea Utara?
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) bersama putrinya, Kim Ju Ae(Media Sosial X)

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut semakin memantapkan posisi putrinya sebagai calon penerus kekuasaan menjelang kongres penting Partai Buruh yang dijadwalkan akhir Februari. Hal itu disampaikan anggota parlemen Korea Selatan setelah menerima informasi dari badan intelijen Seoul.

Keluarga Kim telah memerintah Korea Utara selama beberapa dekade dengan kendali kuat. Kultus terhadap garis keturunan Paektu menjadi bagian dominan dalam kehidupan politik dan sosial negara tertutup tersebut.

Putri Kim yang masih remaja, Kim Ju Ae, dalam beberapa tahun terakhir kerap muncul dalam agenda publik berskala besar. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) kini menilai statusnya telah secara jelas ditetapkan sebagai sang penerus.

Anggota parlemen Lee Seong-kweun menyatakan penilaian itu dibuat dengan mempertimbangkan berbagai indikator, termasuk meningkatnya kehadiran Ju Ae dalam acara-acara resmi kenegaraan. 

“Penetapan ini didasarkan pada berbagai keadaan, termasuk semakin menonjolnya kehadiran publiknya dalam acara resmi,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut NIS, terdapat pula tanda-tanda Ju Ae mulai dilibatkan dalam pembahasan kebijakan pemerintahan. Tahun lalu, badan tersebut sudah mengindikasikan Ju Ae berpeluang besar menjadi penerus setelah ia mendampingi ayahnya dalam kunjungan penting ke Beijing.

Sinyal itu semakin menguat lewat foto-foto resmi menjelang kongres politik langka bulan ini. Media pemerintah menayangkan Ju Ae mendampingi ayahnya berziarah di Istana Kumsusan, tempat jenazah pendiri negara Kim Il Sung dan pemimpin generasi kedua Kim Jong Il disemayamkan.

Kongres Partai Buruh yang akan digelar akhir Februari diperkirakan menjadi ajang penetapan arah kebijakan luar negeri, strategi pertahanan, serta ambisi nuklir Korea Utara untuk lima tahun ke depan.

Sejumlah analis menilai Ju Ae berpotensi dipilih sebagai Sekretaris Pertama Komite Sentral yaitu jabatan kedua terkuat dalam struktur Partai Buruh.

Ju Ae pertama kali diperkenalkan ke publik pada 2022 ketika mendampingi ayahnya menyaksikan peluncuran rudal balistik antarbenua. Sejak itu, media resmi menyebutnya sebagai 'anak tercinta' dan 'sosok pembimbing agung' atau istilah hyangdo dalam bahasa Korea yang lazim disematkan pada pemimpin tertinggi atau calon penerus.

Sebelum kemunculan publiknya, keberadaan Ju Ae hanya pernah diungkap mantan bintang NBA Dennis Rodman yang berkunjung ke Pyongyang pada 2013.

Pyongyang belum pernah mengonfirmasi usia pasti Ju Ae, tetapi diperkirakan dia lahir antara 2012 dan 2013.

Dalam sejumlah kesempatan, Ju Ae juga menarik perhatian karena tampil dengan aksesori mewah, seperti kacamata Gucci dan jam tangan Cartier.

Rekaman perayaan Tahun Baru di Pyongyang tahun ini memperlihatkan Ju Ae mendampingi kedua orang tuanya. Berbeda dengan ibu negara Ri Sol Ju yang tampil lebih tertutup, Ju Ae terlihat menempatkan tangan di wajah sang ayah dan mencium pipinya. Hal itu dianggap sebuah ekspresi afeksi yang jarang ditampilkan di ruang publik Korea Utara.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya